Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 27 Agustus 2022 | 04.48 WIB

Flu Tomat Dikaitkan Penyakit Tangan, Kaki, dan Mulut, Ini Kata Ahli

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Kasus flu tomat di India membuat 82 anak mengalami ruam-ruam merah pada kulitnya seperti tomat dan disertai demam. Ahli menyebut penyakit ini bukan penyakit baru karena terkait dengan Hand Foot Mouth Disease (HFMD).

Sebuah jurnal yang diterbitkan di Lancet Respiratory Medicine pada 17 Agustus membawa perhatian pada demam tomat karena 82 kasus telah dilaporkan di negara itu sejak Mei tahun ini. Kasus demam tomat dilaporkan setidaknya di 4 negara bagian yakni Kerala, Tamil Nadu, Haryana, dan Odisha. Pada 23 Agustus, Kementerian Kesehatan Union merilis serangkaian pedoman tentang pencegahan, pengujian, dan pengobatan penyakit tersebut.

Apa itu Demam Tomat?

Menurut Indian Express, demam tomat atau flu tomat ditandai dengan demam, nyeri sendi, dan ruam merah atau seperti tomat yang biasa terlihat pada anak di bawah lima tahun. Gejala lain mungkin juga termasuk diare, dehidrasi, mual dan muntah, serta kelelahan.

Para ahli awalnya mengira bahwa wabah penyakit baru itu bisa menjadi efek lanjutan dari wabah chikungunya dan demam berdarah yang umum di Kerala. Tetapi, para peneliti percaya bahwa itu adalah penyakit HFMD yang disebabkan oleh enterovirus. Mereka mengatakan bahwa demam tomat bisa menjadi varian lain dari virus HFMD.

Infeksi virus tersebut menyerang anak-anak berusia 1 hingga 5 tahun dan individu dengan gangguan kekebalan. Profesor virologi Dr. Ekta Gupta dari Institute of Liver and Biliary Sciences mencatat bahwa, tidak seperti demam tomat, HFMD bukanlah infeksi baru dan bahkan ditulis dalam buku.

Virus Apa Penyebab Flu Tomat?

Para peneliti menulis dalam makalah bahwa demam tomat sangat menular, sama seperti jenis influenza lainnya. Mereka menekankan perlunya mengikuti prosedur isolasi yang cermat di antara kasus yang dikonfirmasi atau diduga untuk mencegah wabah penyakit lebih lanjut.

Ahli virus terkemuka di India selatan, dr. Jacob John,  mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa kasus HFMD disebut sebagai flu tomat di negara tersebut. Namun, dia menjelaskan bahwa tidak ada dukungan ilmiah karena flu hanya dinamai demikian karena ruam merah yang menyerupai tomat.

Sementara HFMD disebabkan oleh dua virus yakni Coxsackievirus-A16 dan Enterovirus-71. Seorang ilmuwan di Institute of Advanced Virology, dr. Asawathyraj mengatakan bahwa Enterovirus-71 menyebabkan penyakit yang tidak lazim sekarang, tetapi diketahui menyebabkan gejala neurologis yang parah, seperti ensefalitis fatal atau peradangan otak.

Pakar kesehatan mengatakan bahwa sebagian besar kasus HFMD di India dilaporkan di pantai barat. "Ini bukan penyakit yang menakutkan, kehati-hatian tetap harus diterapkan," kata ahli.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore