Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 23 Agustus 2022 | 01.15 WIB

Minyak Zaitun Ternyata Bisa Mencegah Nyamuk DBD Berkembangbiak

Ilustrasi kasus demam berdarah (DBD) - Image

Ilustrasi kasus demam berdarah (DBD)

JawaPos.com - Di tengah maraknya Covid-19 dan cacar monyet, harus tetap diingat bahwa demam berdarah dengue (DBD) masih merupakan salah satu penyakit paling mematikan di dunia, khususnya di Indonesia. Indonesia yang memiliki iklim tropis adalah tempat favorit bagi keberadaan nyamuk sehingga berpotensi menimbulkan berbagai jenis wabah penyakit, termasuk DBD.

Sepanjang 2022, berdasarkan data dari Kementrian Kesehatan RI, setidaknya sudah ada 50 ribu kasus DBD dengan korban jiwa sebanyak 448 orang yang tersebar di 451 kabupaten/kota.

Pencegahan DBD yang ditularkan lewat nyamuk Aedes aegypti sejatinya sudah disosialisasikan sejak dulu kala, bahkan kepada anak-anak SD lewat buku pelajaran. Praktik tersebut, yakni 3M yang merupakan kepanjangan dari menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penampungan air, dan mengubur barang-barang bekas yang bisa menjadi sarang nyamuk, terbukti masih efektif hingga saat ini.

“Perlu diingat kembali bahwa dalam mencegah DBD, kita harus memberantas sarang nyamuk yang akan sangat efesien bila dilakukan dengan menerapkan prinsip 3M,” jelas manajer operasional perusahaan jasa pengendalian hama Fumida, Abdul Syakur dalam keterangan resminya.

Namun ternyata di samping 3M, ada cara lain yang, menurut Syakur, cukup ampuh dalam mencegah DBD. Bukan hanya itu, cara ini juga diyakini bisa membuat proses perkembangbiakan nyamuk melambat.

Caranya adalah dengan meneteskan minyak zaitun di wadah penampungan air.

Syakur menegaskan, nyamuk Aedes aegypti suka berkembang biak di genangan air bersih. “Karena nyamuk sangat betah berlama-lama di genangan air, maka cukup tuangkan sedikit tetesan minyak zaitun pada wadah penadah air hujan," ujarnya lagi.

Tetesan minyak zaitun yang mengapung di atasnya, kata Syakur, akan mencegah jentik nyamuk untuk berkembang biak. Tips tersebut, klaim Syakur, sudah didukung oleh keterangan dari Medical News Today yang menyebut jika bahan alami ampuh menghalangi indra penciuman nyamuk sehingga tidak akan mendarat di kulit untuk menghisap darah manusia.

"Namun penting diketahui bahwa nyamuk hanya butuh waktu 6-10 hari untuk bisa berkembang dari telur hingga nyamuk dewasa. Oleh karena itu diperlukan pembasmian nyamuk dengan skala besar agar keberadaannya benar-benar bisa dipastikan tidak lagi menjadi sumber kekhawatiran terhadap berbagai penyakit," kata Syakur.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore