Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 16 Agustus 2022 | 17.42 WIB

Ketahui Gangguan Muskuloskeletal, Ini Pengobatannya

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Pernahkah mengalami nyeri sendi, tulang, dan otot? Seseorang dengan gejala itu kemungkinan mengalami gangguan muskuloskeletal.

Apa itu?

Sistem muskuloskeletal adalah sistem yang terdiri dari otot, jaringan ikat, saraf, serta tulang dan sendi. Sistem ini berperan penting dalam gerakan tubuh. Oleh karena itu, bila sistem muskuloskeletal terganggu, kemampuan dalam bergerak dan melakukan aktivitas pun bisa terganggu.

Ketua Perdosri Jaya (Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi) bersama RS Universitas Indonesia (RSUI) dr. Laura Djuriantina, Sp.KFR, mengatakan masalah muskuloskeletal dengan nyeri yang berkelanjutan dapat menimbulkan disabilitas. Disabilitas merupakan suatu keterbatasan atau ketidakmampuan seseorang dalam melakukan aktivitas fungsional sehari-hari yang dianggap dapat dilakukan oleh orang normal akibat dari adanya impairment (penurunan nilai).

"Pemeriksaan kesehataan dan pengobatan pada muskuloskelatal yaitu pada tulang, sendi bahu, tangan, pinggang, kaki, dan nyeri otot," katanya.

Gangguan muskuloskeletal merupakan kondisi medis yang umum dijumpai. Risiko kemunculannya akan meningkat seiring bertambahnya usia.

 

Gejalanya

 

Pada beberapa kasus, gangguan muskuloskeletal dapat menimbulkan rasa nyeri yang mengganggu aktivitas sehari-hari penderita. Kondisi ini juga bisa dirasakan pada semua area tubuh, seperti leher, bahu, punggung, pinggang, tangan, dan kaki.

"Maka penting untuk memberikan pelayanan rehabilitasi medik untuk mengurangi nyeri muskuloskeletal sehingga mencegah terjadinya disabilitas," katanya dalam baksos momentum HUT RI yang ke-77 tahun, Selasa (16/8).

Ia mengingatkan masyarakat bahwa keluhan-keluhan yang sering terjadi tersebut tidak bisa disepelekan. Para dokter rehabilitasi medik selain memberikan edukasi juga akan membantu memeriksa keluhan pasien agar dapat diberikan penanganan yang sesuai.

 

Pengobatannya

 

Umumnya gejala ini seringkali menjadi keluhan orang dewasa tersebut terutama orang lanjut usia (lansia). Pengobatannya adalah dengan rehabilitasi medik. Rehabilitasi medik adalah terapi yang dilakukan guna mengembalikan fungsi tubuh yang mengalami masalah, misalnya saraf terjepit, cedera, patah tulang, dan kelumpuhan akibat stroke.

Direktur Umum dan Operasional RSUI dr. Hermawan, Sp.JP(K)-FIHA mengatakan pelayanan rehabilitasi medik membantu masyarakat dalam mengurangi rasa nyeri. Tujuannya untuk membantu dan mendampingi dalam pemulihan kesehatan pasien.

Ketua Pelaksana dr. Henny Angganawati, Sp.KFR, mengatakan pengobatan dilakukan dengan menggunakan alat seperti laser. Terapi tersebut gunanya untuk mengurasi rasa nyeri.

Terapi ESWT (Extracorporeal Shock Wave Therapy) yang digunakan juya sebagai tindakan terapi non-invasive dengan gelombang kejut (shockwaves). Dan juga electrical stimulation untuk menstimulasi otot yang lemah.

Tujuan rehabilitasi medik agar pasien dapat mengatasi keadaan atau kondisi sakit melalui intervensi medik. Sehingga kualitas hidup menjadi lebih baik dan juga mandiri serta berdaya dalam melakukan aktivitas.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore