
Penyakit kaki gajah ditularkan cacing mikrofilariasis melalui perantara nyamuk.
JawaPos.com - Masyarakat di wilayah endemis (rentan tertular) harus mewaspadai penyakit filariasis atau akrab disebut dengan penyakit kaki gajah. Penyakit kaki gajah menular pada seseorang tertular oleh cacing mikrofilariasis melalui perantara nyamuk. Jika sudah kronis atau menahun, penyakit ini bisa menyebabkan kecacatan.
Oleh karena itu, dalam momentum peringatan bulan kaki gajah di bulan Oktober sebagai eliminasi penyakit kaki gajah (BELKAGA), masyarakat diminta mengenali gejalanya. Sehingga penyakitnya segera ditangani.
"Penyakit ini merupakan penyakit menular menahun yang disebabkan oleh cacing filaria ditularkan oleh nyamuk. Gejalanya dan penyakitnya dibagi menjadi beberapa stadium," jelas Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonosis (P2TVZ) Kementerian Kesehatan, dr. Elizabeth Jane Soepardi, MPH, Dsc, dalam paparan tertulisnya.
Gejalanya
Penyakit filariasis mempunyai gejala dan tanda klinis akut serta kronis. Filariasis akut ditandai dengan gejala demam berulang selama 3-5 hari. Demam dapat hilang bila istirahat dan timbul lagi setelah bekerja berat.
Pembengkakan kelenjar getah bening (tanpa ada luka) di daerah lipatan paha, ketiak yang tampak kemerahan, panas dan sakit. Radang saluran kelenjar getah bening yang terasa panas dan sakit yang menjalar dari pangkal ke arah ujung kaki atau lengan. Abses filarial terjadi akibat seringnya pembengkakan kelenjar getah bening, dapat pecah dan mengeluarkan nanah serta darah. Pembesaran tungkai, lengan, buah dada, kantong buah zakar yang terlihat agak kemerahan dan terasa panaa.
Stadium Penyakit Kaki Gajah
Stadium I
Bengkak pada anggota tubuh, hilang saat bangun pagi. Lipatan kulit tidak ada. Kulit masih halus dan normal.
Stadium II
Hampir sama dengan stadium I.
Bengkak pada anggota tubuh, hilang saat bangun pagi. Lipatan kulit tidak ada. Kulit masih halus dan normal.
Stadium III
Bengkak menetap, lipatan kulit dangkal, kulit halus dan normal.
Stadium IV
Bengkak menetap, lipatan kulit dangkal. Mulai adanya nodul atau benjolan
di kulit.
Stadium V
Bengkak menetap dan
bertambah besar. Lipatan kulit dalam, terjadi nodul atau benjolan.
Stadium VI
Bengkak menetap dan
bertambah besar. Lipatan kulit dangkal atau dalam. Kaki seperti pecah dan berlumut.
Stadium VII
Bengkak menetap dan bertambah besar. Lipatan kulit dalam. Ada benjolan, dan kaki pecah berlumut. Penderita tidak dapat melakukan kegiatan sehari-hari.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
