
Ilustrasi seorang pria mengalami disfungsi ereksi.
JawaPos.com - Salah satu pemicu ketidakharmonisan dalam rumah tangga adalah masalah hubungan intim pasangan suami istri. Pada pria, Disfungsi Ereksi (DE) merupakan gangguan seksual berupa kesulitan untuk mencapai atau mempertahankan ereksi. DE merupakan gangguan seksual yang paling umum pada pria. Kondisi ini memicu ketidakharmonisan rumah tangga.
"Struktur organ seksual dan reproduksi pria serta bagaimana respon seksual normal pria. Respon ini diawali dengan adanya rangsangan yang menstimulasi, setelah itu terjadilah ereksi yang diharapkan bisa mencapai ereksi penuh, kemudian terjadi penetrasi ke vagina, dan mencapai fase klimaks ejakulasi dan orgasme, hingga akhirnya ke fase pasca ejakulasi," kata Dokter Spesialis Urologi dari RS Universitas Indonesia (RSUI) dr.Widi Atmoko, Sp.U(K) dalam webinar baru-baru ini.
Penyebab dan Faktor Risiko
Penyebab disfungsi ereksi dapat dibagi menjadi tiga golongan. Pertama, organik, yaitu disebabkan oleh masalah pada organ seperti saraf dan pembuluh darah. Pada jenis ini disfungsi ereksi terjadi perlahan dan memberat.
Kedua, psikogenik, yaitu disebabkan oleh masalah psikososial. Biasanya hal ini terjadi tiba-tiba dan situasional, sekitar sepertiga kasus DE merupakan DE psikogenik.
Ketiga, gabungan antara psikogenik dan organik. Biasanya ini diawali adanya masalah pada organ sehingga menyebabkan stres.
Faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya disfungsi ereksi, diantaranya adanya penyakit komorbid (penyakit jantung, diabetes melitus, gagal ginjal, kanker, masalah prostat), gaya hidup tidak sehat (merokok, mengonsumsi alkohol, mengonsumsi narkoba, obesitas), faktor psikologis (adanya depresi, trauma, cemas atau konflik keluarga), mengonsumsi obat-obatan (seperti obat antidepresan, antibiotik, obat hipertensi), dan faktor lingkungan (terpapar logam berat dan pestisida). Disfusi ereksi bisa menjadi alarm bagi tubuh bahwa terjadi gangguan pada dinding pembuluh darah.
Pembuluh darah penis lebih kecil, maka lebih rentan mengalami gangguan aliran darah akibat plak. Penyakit jantung harus dievaluasi pada pasien DE meski tidak ada keluhan.
"DE meningkatkan risiko penyakit jantung dan laju kematiannya sebesar 1.25-1.6 kali dan merupakan prediktor serangan jantung dalam 3-5 tahun” jelasnya.
Gejala DE
Menurut dr. Widi, kaum pria yang mengalami keluhan ereksi berulang, persisten, menyebabkan gangguan, atau memiliki penyakit komorbid untuk segera berkonsultasi dengan dokter, karena semakin cepat semakin baik. Pasien akan dilakukan pemeriksaan secara komperhensif. Mulai dari anamnesis, mengisi kuesioner, pemeriksaan fisik dan laboratorium serta pemeriksaan spesifik lainnya. Terdapat berbagai modalitas terapi untuk mengatasi DE. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis urologi untuk memilih terapi yang tepat serta harus diingat pengobatan DE membutuhkan waktu dan tidak bisa instan.
“Lakukan gaya hidup yang sehat dengan diet seimbang, mempertahankan BB ideal, berolahraga teratur, tidur teratur, hindari rokok dan alkohol, serta belajar untuk dapat mengelola stres dan emosi dengan baik. Gaya hidup sehat sangatlah bermakna dalam mencegah DE” katanya.
Marak Obat Ilegal
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sudah berulang kali menindak tegas peredaran obat kuat ilegal untuk mengatasi hal ini. DE yang dianggap sebagai penyakit yang tabu seringkali membuat masyarakat berusaha untuk mencari pengobatan sendiri. Hal ini sangat berbahaya karena banyak obat disfungsi ereksi ilegal yang beredar di masyarakat.
BPOM menyebutkan bahwa obat disfungsi ereksi termasuk kelompok obat ilegal terbesar yang menjadi temuan BPOM dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Obat disfungsi ereksi sering disalahgunakan sebagai obat kuat. BPOM tidak pernah memberikan persetujuan izin edar dengan indikasi sebagai obat kuat. Penggunaan obat disfungsi ereksi tanpa pengawasan tenaga kesehatan memiliki risiko terhadap kesehatan, antara lain gangguan jantung, gangguan fungsi hati, gangguan fungsi ginjal dan gangguan perdarahan.
Apoteker klinis di RSUI Nadia Farhanah Syafhan menjelaskan definisi obat palsu yaitu obat yang diproduksi oleh yang tidak berhak berdasarkan peraturan perundangan-undangan yang berlaku atau produksi obat dengan penandaan yang meniru identitas obat lain yang telah memiliki nomor izin edar. Data menyampaikan bahwa jumlah obat palsu DE di Indonesia dan dunia termasuk tinggi. Dari sebuah penelitian dari 518 tablet sildenafil 100 mg yang didapatkan dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Malang, dan Medan di Indonesia, sebanyak 45 persennya palsu.
“Obat palsu DE bisa jadi tidak ada zat berkhasiat di dalamnya, mungkin ada zat berkhasiat namun dosisnya kecil atau tidak cukup, situasi lain bisa jadi obat palsu karena mengandung zat berkhasiat yang berbeda, atau dalam obat tertentu ada penambahan zat kimia, hal-hal ini dapat menyebabkan kerugian atau bahkan bisa jadi membahayakan” tuturnya.
Obat asli DE memiliki kandungan obat aktif dengan kadar sesuai izin edar, misalnya sildenafil 50 mg, tadalafil 5 mg atau vardenafil. Sementara untuk obat palsu ada temuan obat DE yang terdeteksi mengandung tinta printer warna biru, amfetamin, antibiotik, obat diabetes, obat herbal, atau bahan berbahaya serta zat lain yang belum teruji khasiatnya.
Untuk itu masyarakat awam, sebaiknya berhati-hati. Obat asli tidak dijual bebas di pasaran, tidak bisa didapat kecuali dengan resep dokter, didapat dari apotek resmi, serta terdaftar dalam penyelenggara sistem elektronik farmasi (obat yang dibeli secara online). Sementara untuk obat palsu biasanya dijual secara luas, bisa didapatkan di pedagang jalanan, toko obat, toko online, dan biasanya harganya sangat murah.
Perbedaan obat asli dan palsu dari segi kemasannya. Untuk kemasan, obat asli kualitas bahan kemasan baik, tidak penyok, warna tidak pudar atau luntur, kemasan sesuai dengan izin edar, nama produsen dan alamat jelas, terdapat nomor batch, tersedia 2D barcode. Sementara obat palsu, kualitas kemasan tidak baik, warna, huruf, bentuk berbeda dari izin edar, nama produsennya berbeda atau tidak dikenal, tidak ada nomor izin edar atau nomor batch, serta 2D barcodenya tidak terbaca.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
