
Ilustrasi program bayi tabung
JawaPos.com - Program bayi tabung menjadi solusi bagi pasangan yang sudah lama menginginkan momongan, tetapi belum diberikan kesempatan. Untuk beberapa kasus infertilitas sulit, teknologi bayi tabung (in-vitro fertilization/ IVF) dikenal sebagai salah satu upaya program kehamilan yang membantu pasangan mendapatkan keturunan. Indonesia kini memiliki teknologi yang semakin canggih untuk mewujudkan impian itu.
Bayi tabung kini semakin tren bagi mereka yang merencanakan kehamilan, namun memiliki kendala gangguan kesuburan (infertilitas). Sayangnya, sejumlah pasangan justru memilih berobat ke luar negeri.
Managing Director Morula IVF Indonesia Ade Gustian Yuwono mengatakan menanam embrio lewat bayi tabung sama dengan filosofi menanam pohon. Artinya, harus memilih bibit atau embrio yang juga baik hingga bisa tumbuh optimal.
"Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kelangsungan ekosistem lingkungan di sekitar kita yang berperan besar mendukung generasi masa depan, termasuk anak-anak kita nanti," kata Ade kepada wartawan baru-baru ini.
Ia mengutip sebuah data bahwa ada 4 ribu pasangan setiap tahun ke Malaysia untuk mengikuti program bayi tabung. Tentu hal itu merogoh kocek yang besar untuk pengobatan dan biaya akomodasi.
"Dan ingat, tak semua program bayi tabung pasti berhasil. Sedikitnya untuk transfer sel embrio segar keberhasilannya sebanyak 46 persen. Dan transfer sel embrio beku atau frozen keberhasilannya 50 persen sesuai data tahun 2020. Di dunia pun sama, ada 50 persen peluang mengapa program bayi tabung belum bisa berhasil atau gagal," jelasnya.
Prosedur Bayi Tabung
Berdasarkan data PERFITRI (Perhimpunan Fertilisasi In Vitro Indonesia) total siklus program IVF di Indonesia pada 2021 mencapai 10 ribu lebih cycle (program) IVF di Indonesia. Antusiasme masyarakat terhadap program bayi tabung (IVF) semakin meningkat, diperkuat perkembangan program bayi tabung (In Vitro Fertilization/IVF) yang cukup besar di Indonesia.
"Bayi tabung membantu pasangan mendapatkan buah hati," kata Ade Gustian Yuwono.
Ade mengatakan kuncinya adalah pasangan harus menikmati proses dari program bayi tabung dengan senyaman mungkin. Berikut prosedur teknologi IVF sebelum mencoba. Apa saja?
Langkah 1: Merangsang Produksi Telur
Langkah 2: Mengambil Telur dari Rahim
Langkah 3: Pengambilan Sampel Sperma
Langkah 4: Proses Pembuahan Menjadi Embrio
Langkah 5: Embrio Dipindahkan ke Rahim
Catatan Morula IVF, tingkat keberhasilan bayi tabung sempat mencapai angka 72 persen. Pasien yang melakukan program bayi tabung juga membutuhkan ketenangan dan kenyamanan selama proses agar berhasil.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
