Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 20 Mei 2022 | 23.02 WIB

Dokter Anak Sebut Kasus Speech Delay Setiap Tahun Meningkat

Ilustrasi anak usia balita,  dengan pengetahuan yang berkembang, orangtua wajib berusaha untuk mencegah terjadinya risiko sensitivitas pada anak sedini mungkin. - Image

Ilustrasi anak usia balita, dengan pengetahuan yang berkembang, orangtua wajib berusaha untuk mencegah terjadinya risiko sensitivitas pada anak sedini mungkin.

JawaPos.com - Kasus speech delay atau terlambat bicara pada anak kian hari makin meningkat. Fenomena ini cukup meresahkan para orang tua muda yang memiliki anak balita. Apalagi, pandemi Covid-19 cukup memberikan efek yang luar biasa pada kasus itu.

Dokter spesialis anak dr. Dian Pratamastuti, Sp.A mengakui kasus speech delay meningkat dari tahun ke tahun. Dan puncaknya pada masa pandemi belakangan ini. “Memang dari tahun-tahun sebelumnya selalu meningkat. Tapi saat pandemi ini peningkatannya semakin signifikan,” tutur Dian dalam keterangan tertulisnya, Jumat (20/5).

Orang tua perlu untuk mencegah agar jangan sampai buah hati mengalami speech delay. Pada masa pandemi anak terpaksa harus selalu berada di dalam rumah. Sedangkan, sebelumnya, anak-anak yang sudah terbiasa main di luar akan merasa bosan saat diharuskan untuk main di rumah saja. Maka dari itu pelarian satu-satunya adalah televisi dan gadget atau gawai.

Dengan hanya berfokus pada layar membuat interaksi anak dengan lingkungannya berkurang. Bagi anak balita yang sedang dalam tahap belajar berbicara akan mengalami kekurangan stimulasi karena itu. Hal ini yang dapat menjadi salah satu penyebab anak kemudian mengalami terlambat bicara.

Menurutnya untuk spesialisasi tumbuh kembang, kasus speech delay yang paling banyak dikonsultasikan oleh orang tua. Sehingga ia menyimpulkan bahwa saat ini jumlah pasiennya yang memiliki keluhan speech delay meningkat.

Dengan peningkatan jumlah kasus keterlambatan bicara yang cukup signifikan tersebut maka ia tertarik untuk bergabung dalam Simposium Nasional dengan tema Membaca Fenomena Speech Delay: Pendekatan Multi Pihak, yang akan digelar di hotel Grand Zuri Serpong, Tangerang Selatan, Sabtu (21/5) besok.

Ia mengaku penasaran apa sebenarnya yang menjadi penyebab meningkatnya kasus speech delay di Indonesia ini. Apakah karena orang tuanya terlalu sibuk sehingga anak kurang stimulasi, atau karena gadget atau apakah ada penyebab lain. Atas dasar rasa penasaran tersebut maka ia sangat antusias untuk menghadiri simposium nasional ini.

“Dari situ diharapkan saya mendapatkan informasi dari luar tentang multifaktor yang menjadi penyebab kasus speech delay ini meningkat tajam,” katanya.

Ia berharap setelah bertemu dengan berbagai pihak dengan berbagai profesi, maka ia dapat bertukar pikiran mengenai permasalahan yang sedang hangat ini. Perlu diketahui bahwa simposium ini akan dihadiri oleh berbagai ahli yaitu dokter, dokter spesialis anak, terapis, psikolog dan komunitas parenting.

Selain itu, ia juga berharap setelah mengikuti simposium speech delay ini akan mendapatkan insight tentang
stimulasi apa yang paling efektif dan dapat dilakukan di rumah untuk anak yang mengalami keterlambatan bicara menurut terapis.

Dokter spesialis anak yang meraih gelar Doktor di Universitas Airlangga ini mengaku langkah Yayasan Akses Sehat Indonesia sudah sangat tepat dalam menggelar simposium nasional yang membahas khusus tentang speech delay ini. Kegiatan simposium nasional ini didukung oleh Generos, suplemen kecerdasan otak anak.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore