
Obat pengencer darah diberikan pada pasien stroke dengan penyakit degeneratif seperti hipertensi, diabetes dan kolesterol atau gangguan irama jantung.
JawaPos.com - Stroke menjadi salah satu penyakit yang paling ditakuti. Serangannya bisa berujung kematian atau cacat bagi si penderita. Neurolog dr Hendy M. Samin Sp.S membagikan dua langkah penting untuk menghindari resiko kematian dan cacat akibat serangan stroke.
Hendy mengatakan selain penyakit jantung dan diabetes, stroke termasuk penyakit yang paling sering menyerang masyarakat Indonesia. Dia mengungkapkan cacat fisik permanen dari serangan stroke dapat dihindarkan jika masyarakat mau peduli untuk mengetahuinya. Menurut dia yang paling penting dalam penanganan stroke adalah golden hour dan deteksi dini.
"Tak banyak yang tahu soal golden hour pada penanganan stroke," kata Hendy yang berpraktik di Siloam Hospitals Medan itu Selasa (5/4). Dia mengatakan dengan memahami golden hour tersebut, penderita stroke dapat terhindar dari komplikasi dan dampak yang fatal.
Menurut Hendy waktu 4,5 jam merupakan golden hour untuk mengurangi risiko kematian atau cacat permanen saat serangan stroke terjadi. "Ketika serangan stroke, orang yang mendapat serangan stroke membutuhkan oksigen dan nutrisi. Hal ini untuk mengatasi jaringan yang rusak. Jika terlambat 1 detik saja, itu bisa berakibat fatal," jelasnya.
Untuk itu dia menegaskan penanganan yang cepat dan mengetahui gejala datangnya stroke sangat penting. Upaya ini merupakan hal utama agar pasien terhindar dari kematian maupun kecacatan fisik akibat stroke.
Selain pentingnya pengetahuan soal golden hour tersebut, Hendy mengatakan masyarakat juga perlu untuk mengetahui deteksi dini adanya serangan stroke. Caranya adalah dengan melakukan pemeriksaan secara berkala. Khususnya untuk orang-orang kategori beresiko terserang stroke.
Selanjutnya Hendy mengatakan serangan stroke dapat dihindari terkait dengan sepuluh faktor resiko yang dapat dicegah. "Yaitu rutin kontrol tekanan darah, olahraga, asupan makanan bergizi dan cukup nutrisi," tuturnya. Kemudian kendalikan kadar kolesterol, tidak merokok, serta tidak konsumsi alkohol dan lainnya.
Hendy mengatakan penyakit stroke adalah gangguan pembuluh darah di organ otak. Gangguan saraf mendadak ini, yang menimbulkan Kerusakan jaringan otak. Kerusakan jaringan di otak itu ada yang revesibel serta irreversibel.
Dari penyebabnya serangan stroke ada dua macam. Yaitu stroke iskemik karena penyumbatan aliran darah ke otak. Dengan adanya sumbatan ini, suplai aliran darah ke otak berkurang. Kemudian ada stroke hemoragik yaitu karena pendarahan akibat pecahnya pembuluh darah di otak. Stroke jenis ini bisa dipicu karena tekanan darah atau kelainan pembuluh darah.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
