Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 25 Oktober 2018 | 17.15 WIB

Minum Obat Pengencer Darah Seumur Hidup, Amankah untuk Ginjal?

Dokter Spesialis Penyakit Dalam dr. Okki Ramadian Sp.PD menjelaskan seputar penyakit gagal ginjal dan hemodialisa. - Image

Dokter Spesialis Penyakit Dalam dr. Okki Ramadian Sp.PD menjelaskan seputar penyakit gagal ginjal dan hemodialisa.

JawaPos.com - Seorang pasien dengan riwayat penyakit jantung dan kardiovaskular seperti stroke biasanya diberikan obat pengencer darah. Terutama pasien stroke iskemik akibat sumbatan. Dan obat pengencer darah direkomendasikan untuk diminum seumur hidup. Lalu amankah untuk organ tubuh lainnya terutama ginjal?


Obat pengencer darah terbagi dua, yaitu obat antikoagulan dan antiplatelet. Antiplatelet diberikan pada pasien stroke yang bukan dengan gangguan irama jantung, misalnya ada hipertensi atau diabetes dan kolesterol. Sedangkan antikoagulan diberikan pada pasien stroke dengan gangguan irama jantung.


Obat pengencer darah baik antiplatelet dan antikoagulan direkomendasikan agar diminum pasien seumur hidup. Begitu pula dengan obat jantung dan darah tinggi.


"Jika stroke itu kan ada sumbatan di otak. Dan tubuh pasien berarti sudah mengalami darah lebih kental. Maka di dunia medis kami butuhkan pengencer darah untuk pasien. Faktor risiko stroke," kata Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dr. Okki Ramadian Sp.PD saat diskusi bersama Renalteam Clinic baru-baru ini.


Menurutnya, obat tersebut aman diminum seumur hidup termasuk untuk ginjal. Tujuannya agar tak terjadi serangan stroke berulang.


"Bisa saja kalau obatnya dihentikan tapi sah-sah saja. Namun khawatir terjadi stroke berulang. Begitu juga jantung," tuturnya.


Selain itu, kata dr. Okki, pasien wajib mengubah gaya hidup ke arah lebih sehat. Dia menegaskan obat pengencer darah aman untuk ginjal.


"Penggunaan jangka panjang obat pengencer darah? Saya anjurkan minum. Minum. Karena ada manfaatnya," paparnya.


Memang ada faktor risiko dari onat pengencer darah seperti perdarahan atau luka pada lambung. Namun dr. Okki menegaskan dokter sudah memberikan dosis yang sesuai untuk pasien.


"Dosis sudah kami sesuaikan. Aman untuk fungsi ginjal. Dosis aman meski diminum seumur hidup," tandasnya.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore