
Calon pembeli memilih Jahe di Kebayoran Lama, Jakarta, Kamis (13/3/2020). Pasca pengumuman pasien positif terjangkit virus corona atau COVID-19 di Indonesia, pedagang mengaku berbagai jenis rempah seperti temulawak dan jahe mengalami kenaikan harga. Temul
JawaPos.com - Liver atau hati adalah organ tubuh vital dan krusial. Namun organ ini kerap disepelekan sehingga tidak sedikit orang baru sadar mengalami gangguan terhadap livernya ketika sudah rusak 80 persen.
Hal itu karena selama ini kita merasa livernya baik-baik saja. Ketika fungsi liver sudah menurun baru disadari banyak kerusakan yang dialami. Tidak sedikit orang yang mengalami ganguan liver atau gagal liver harus menempuh jalan transplantasi. Hal itu sangat membutuhkan biaya besar dan melelahkan.
Menurut Apoteker Bambang Rijanto, banyak orang tidak merasakan gejala ganguan liver pada tahap awal. Kondisi hati baru disadari sudah parah yakni ketika merasaka sejumlah gejala. Seperti, mudah lelah, lesu, perut membengkak, mudah memar dan berdarah, kulit mengalami gatal, kadang-kadang kulit dan mata menguning.
"Jika beberapa tanda ini telah dikenali, segera ke dokter untuk berkonsultasi," ungkap Bambang Rijanto yang juga Quality Manager PT Helmigs Prima Sejahtera Indonesia.
Penyakit liver bisa masuk dalam golong berisiko tinggi, jika si penderita memiliki riwayat hepatitis B, kecanduan alkohol, menderita diabetes tipe 2, atau obesitas.
Bambang mengatakan, kita memiliki banyak kesempatan untuk merawat liver agar tetap terjaga. Salah satunya dengan mengonsumsi zat aktif yang ada di dalam temulawak yaitu curcumin.
Curcumin adalah salah satu bahan aktif dalam temulawak yang memiliki banyak manfaat. Curcumin sudah teruji klinis dan terbukti dalam sejumlah penelitian dan jurnal ilmiah. Terutama, untuk liver, menurunkan kadar lemak darah, antiinflamasi, antikanker, dan kandungan antioksidannya jauh lebih tinggi dibanding vitamin C dan vitamin E.
"Selain itu, sebagian besar yang mengonsumsi rutin Curcumin, SGOT dan SGPT-nya hasilnya baik. Bahkan dalam beberapa kasus penyakit berat seperti kanker, Curcumin ini berperan besar dalam proses menekan perkembangan sel kanker dan menjaga kondisi tetap fit," terang Bambang Rijanto.
Dia menyebut, kelebihan dari curcumin adalah mencegah sembelit, sebagai anti-aging, membantu meringankan efek samping setelah kemoterapi, hepatitis, membantu mencegah badai sitokin termasuk mengatasi dan menyembuhkan gejala Covid-19, bahkan antidiabetes.
Maka dari itu, dulunenek moyang hampir memanfaatkan temulawak untuk mengatasi setiap gejala sakit. Alasannya, di dalam temulawak ada kandungan paling berkhasiat. "Sayangnya, kini kandungan aktif curcumin tidak bisa diperoleh secara maksimal/optimal dengan cara tradisional. Hanya bisa melalui proses ekstraksi dengan teknologi khusus untuk mendapatkan curcumin yang ada di dalam temulawak," terangnya.
Dia menuturkan, bila temulawak direbus, maka kadar curcuminnya kecil sekali. Sebab, sifat curcumin yang tidak larut air. Berbeda dengan kandungan Curcumin di dalam Helmig’s tablet. Di dalam Helmig’s tablet, curcuminnya sudah melalui proses ekstraksi secara modern dan teknologi khusus. Dengan demikain setiap tablet yang dikonsumsi sudah teruji dan terukur jumlah curcuminnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
