Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 14 November 2021 | 01.48 WIB

Kumis Kucing untuk Batu Ginjal, Turunkan Asam Urat, Lindungi Lambung

MENIKMATI RASANYA: Risna Nur Fadjriyah sedang meminum seduhan daun kumis kucing kering. Daun tersebut tersedia di toko obat tradisional seperti di Jalan Jagalan, Surabaya. (Alfian Rizal/Jawa Pos) - Image

MENIKMATI RASANYA: Risna Nur Fadjriyah sedang meminum seduhan daun kumis kucing kering. Daun tersebut tersedia di toko obat tradisional seperti di Jalan Jagalan, Surabaya. (Alfian Rizal/Jawa Pos)

Tanaman kumis kucing nyaris terlupakan. Generasi terdahulu di Jawa terbiasa menyeduh daun kumis kucing menjadi minuman seperti teh. Inilah alasan kuat daun tanaman ini mendapat julukan ’’Java Tea” di dunia internasional, yang artinya teh dari Jawa.

---

CATATAN menunjukkan, orang Indonesia menggunakan kumis kucing untuk mengatasi tekanan darah tinggi, diabetes, gangguan kandung kemih dan ginjal, serta untuk rematik. Catatan tentang pemakaian daun kumis kucing sebagai obat terdapat pada monografi beberapa negara Eropa, termasuk Jerman, Inggris, Belanda, dan Prancis.

Uraian monograf itu juga menyebutkan berbagai kegunaan kumis kucing. Yaitu, untuk membersihkan saluran kencing dari infeksi, radang, batu ginjal, dan diuretika (memperlancar pengeluaran air seni). Selain khasiat itu, penduduk Malaysia dan negara Asia Tenggara lain menggunakannya sebagai penghancur batu empedu, mengatasi reumatik dan peningkatan kadar asam urat.

Antioksidan Kuat

Penelitian kumis kucing banyak dilakukan untuk memahami khasiat farmakologis. Termasuk efek diuretika untuk pengobatan penyakit saluran kencing. Juga untuk menurunkan gula darah pada pasien diabetes tipe 2, antiradang untuk mengatasi nyeri persendian, efek pelindung fungsi hati untuk mengatasi luka pada liver, dan kemampuan pelindung fungsi saraf otak untuk mengendalikan penyakit Alzheimer.

Dugaan khasiat kumis kucing itu disebabkan oleh kerja zat kandungan golongan fenolik yang bekerja sebagai antioksidan kuat. Ada 20 senyawa fenolik, seperti flavon, flavonol glikosida, turunan asam kafeat seperti asam rosmarinat. Ekstrak air terbukti punya daya antioksidan yang kuat.

Memang ketertarikan peneliti pada tanaman bernama ilmiah Orthosiphon stamineus dari suku Lamiaceae itu sangat tinggi. Peneliti Malaysia menemukan ratusan senyawa kandungan golongan terpen, saponin, dan flavonoid. Ada juga senyawa lain seperti sinensetin, eupatorine, minyak asiri, mineral kalium, dan mineral fitosterol.

Penghancur Batu Ginjal

Secara empiris, kumis kucing digunakan sebagai peluruh batu ginjal. Dukungan ilmiah sudah didapat oleh peneliti Malaysia. Percobaan pada hewan tikus membuktikan efek penurun kadar asam urat dan sebagai diuretika, yaitu memperlancar buang air kecil. Efek diuretika itu diduga adalah hasil sinergi antara zat kandungan golongan fenolik dan flavonoid.

Efek diuretika juga dapat membantu pengeluaran kristal berukuran kecil dari ginjal agar tidak tumbuh menjadi batu kristal kalsium oksalat yang lebih besar. Itulah yang disebut khasiat antilitiatik. Yaitu, mencegah pembentukan batu ginjal atau membantu mengurangi nyeri akibat batu ginjal. Jadi, efek diuretika teh daun kumis kucing dapat dipakai sebagai pencegah batu ginjal. Khasiat penurun kadar asam urat selain bekerja sebagai antinyeri pada sendi, juga berperan sebagai antilitiatik. Efek penurun asam urat diduga terjadi karena aktivitas antioksidan senyawa flavonoid, triterpenoid, dan turunan caffeic acid (eupatorine, sinensetin rutin, asam betulinat, caffeic acid, dan rosmarinic acid).

Menurunkan Tekanan Darah

Metilripariochromene-A, zat kandungan pada daun kumis kucing, ternyata terbukti bekerja menurunkan tekanan darah. Penelitian yang juga dilakukan di Malaysia itu membuktikan efek kumis kucing sebagai penurun tekanan darah. Khasiat tersebut terjadi karena efeknya sebagai vasodilator, yaitu pelebaran pembuluh darah, dan sebagai diuretika.

Penjaga Fungsi Lambung

Masyarakat Malaysia punya pengalaman pemakaian daun kumis kucing dalam mengatasi sakit lambung. Uji khasiat itu dilakukan pada tikus yang diberi ekstrak metanol untuk membuat luka lambung. Ternyata, hasilnya menunjukkan terjadinya penurunan indeks luka, kerusakan dinding pelapis lambung, dan peningkatan pengeluaran lendir pelindung dinding. Hasil itu membuktikan peran kumis kucing sebagai pelindung fungsi lambung.

Kesehatan Tulang dan Sendi

Daun kumis kucing secara tradisional dipakai untuk mengatasi peradangan, termasuk radang ginjal, dan untuk nyeri persendian. Ada dua senyawa kandungan yang diduga bekerja sebagai antiradang, yaitu orthosiphol A dan B. Penelitian pada tikus menunjukkan peluang kumis kucing untuk melindungi tulang, tulang rawan, dan jaringan lunak dari kerusakan akibat radang. (*)

CARA MENGONSUMSI KUMIS KUCING

TAKARAN

- Sebagai teh, pemakaian daun kumis kucing kering 2–3 gram.

- Bisa dikonsumsi dua sampai tiga kali sehari.

CARA MEMBUAT

- Rebus daun dalam 150 ml air dengan api sedang hingga mendidih.

- Kecilkan api, lanjutkan pemanasan selama 10 menit.

- Saring dan siap dihidangkan.

PERINGATAN

- Tidak disarankan untuk menggunakan dalam dosis berlebih.

- Penelitian lanjutan masih perlu dilakukan untuk mendapatkan informasi lengkap khasiat, takaran, aturan pakai, dan kemungkinan efek samping.

- Toksisitas teh daun kumis kucing sangat rendah.

- Data untuk ibu hamil dan menyusui belum diperoleh.




Oleh: Prof Dr Apt Mangestuti Agil MS, Guru Besar Botani Farmasi dan Farmakognosi Fakultas Farmasi Universitas Airlangga

YouTube: Kanal Kesehatan Prof Mangestuti

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore