Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 6 Desember 2023 | 19.32 WIB

Muncul Fenomena Rumah Sakit di Tiongkok Penuh Sesak, Ikatan Dokter Anak Indonesia Beri Penjelasan

DETEKSI PNEUMONIA: Ortu perlu waspada jika anak balita batuk berkepanjangan disertai demam dan kesulitan bernapas. - Image

DETEKSI PNEUMONIA: Ortu perlu waspada jika anak balita batuk berkepanjangan disertai demam dan kesulitan bernapas.

JawaPos.com–Pada awal November, Tiongkok melaporkan adanya peningkatan jumlah pasien dengan infeksi saluran pernapasan. Pada akhir November, dilaporkan adanya kluster dengan undiagnosed pneumonia pada anak di Tiongkok Utara.

Belum jelas apakah kejadian itu berhubungan dengan peningkatan kasus infeksi sistem pernapasan yang dilaporkan sebelumnya. Atau fenomena itu merupakan kejadian yang terpisah.

Laporan dari Tiongkok tersebut mengidentifikasi beberapa bakteri dan virus penyebabnya. Yaitu, Mycoplasma Pneumoniae, influenza, respiratory syncytial virus (RSV), dan SARS COV-2. Namun tidak ada informasi terkait derajat keparahan penyakit dan angka kematian akibat penyakit tersebut.

Pneumonia merupakan radang pada paru-paru yang merupakan penyakit yang sering dijumpai pada anak. Juga merupakan penyebab kematian tersering pada anak balita di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Pneumonia disebabkan bakteri atau virus yang banyak jenisnya. Bakteri penyebab pneumonia antara lain Streptococcus pneumonia, Hemophyllus influenza, Mycoplasma pneumonia, dan lain-lain. Sedangkan virus penyebab pneumonia antara lain RSV, influenza, adenovirus, SARS-CoV-2, rhinovirus, dan lain-lain.

Gejala pneumonia biasanya didahului gejala infeksi saluran napas atas berupa demam, batuk, dan pilek, selama 3-5 hari. Diikuti dengan sesak (napas cepat). Pneumonia dapat dicegah dan dapat diobati.

Perilaku hidup bersih sehat, termasuk kebiasaan mencuci tangan dan pemakaian masker, pemberian ASI eksklusif, vitamin A dosis tinggi, nutrisi dengan gizi seimbang, dan vaksinasi lengkap merupakan beberapa upaya untuk mencegah terjadinya pneumonia pada bayi dan anak. Pemberian antibiotik yang tepat dan rasional oleh dokter merupakan pengobatan yang efektif pada anak dengan pneumonia yang disebabkan bakteri.

Rina Triasih, M.Med (Pead), Ph.D, Sp.A (K), Ketua Unit Kerja Koordinasi Respirologi IDAI, mengatakan, mycoplasma pneumonia merupakan salah satu bakteri penyebab pneumonia pada anak yang sudah lama dikenal di dunia kedokteran. Bakteri itu terutama menyerang anak usia sekolah (di atas 5 tahun).

Gejala pneumonia akibat Mycoplasma pneumonia sama seperti gejala pneumonia pada umumnya. Biasanya gejalanya lebih ringan.

”Pada anak dengan daya tahan yang menurun dapat menyebabkan kondisi yang berat. Waktu yang diperlukan untuk timbulnya gejala sejak kuman masuk ke dalam tubuh cukup panjang, tidak secepat virus SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19,” terang Rina Triasih.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore