Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 5 Desember 2023 | 17.52 WIB

Waspadai Gejala Varian Baru Covid-19 EG.5 yang Sedang Melonjak di Singapura, Tingkat Penularan Lebih Cepat

Virus Korona penyebab Covid-19 terus bermutasi dan menimbulkan varian-varian baru. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tengah menyelidiki beberapa varian virus Korona terbaru, termasuk EG 5. - Image

Virus Korona penyebab Covid-19 terus bermutasi dan menimbulkan varian-varian baru. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tengah menyelidiki beberapa varian virus Korona terbaru, termasuk EG 5.

JawaPos.com - Virus Korona penyebab Covid-19 terus bermutasi dan menimbulkan varian-varian baru yang mengancam dunia. Dilansir dari Channel News Asia pada Selasa (5/12), Kementerian Kesehatan Singapura (MOH) mencatat lonjakan kasus Covid-19 yang signifikan pada Sabtu (2/12).

Kenaikan bahkan mencapai dua kali lipat. Untuk ini, rasanya perlu mengingat kembali gejala-gejala Covid-19.

Diperkirakan, tercatat sebanyak 22.094 kasus pada 19-25 November 2023. Angka ini meningkat dua kali lipat dari 10.726 kasus pada pekan sebelumnya. Salah satunya adalah sub-varian Omicron bernama EG.5 yang kini mulai marak di Eropa setelah pertama kali terdeteksi pada awal tahun ini.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini menetapkan EG.5 sebagai "variant of interest" karena kasusnya terus meningkat secara global. EG.5 adalah turunan dari varian Omicron yang sangat dekat dengan varian-varian lain yang telah beredar di seluruh dunia. EG.5 merupakan virus Korona "versi mutasi" dengan tingkat penularan yang lebih cepat.

Prevalensi EG.5 meningkat tajam dari 7,6 persen kasus Covid-19 pada akhir Juni menjadi 17,4 persen pada akhir Juli 2022. Itulah sebabnya WHO kini menetapkannya sebagai varian yang patut diawasi (variant of interest).

Namun, WHO menilai risiko kesehatan masyarakat dari varian ini relatif rendah karena kemiripannya dengan varian sebelumnya. Meski demikian, EG.5 berpotensi menjadi varian dominan di beberapa negara atau secara global yang kemudian memicu lonjakan kasus Covid-19.

"Jelas ada keunggulan tertentu yang dimiliki EG.5 dibanding varian lain," ujar Profesor Rowland Kao dari University of Edinburgh.

Tetapi menurutnya, peningkatan kasus akibat EG.5 belum sedramatis gelombang Omicron asli pada 2021 lalu.

Gejala EG.5 dilaporkan tak jauh berbeda dengan varian lainnya. Masih didominasi gejala umum seperti demam, batuk, dan rasa lelah, disertai pilek, sakit kepala atau nyeri otot.

"Kami tidak mendeteksi perubahan tingkat keparahan penyakit akibat EG.5 dibanding sub-varian Omicron lain yang beredar sejak akhir 2021," ucap Dr. Maria Van Kerkhove dari WHO.

Saat ini, EG.5 menjadi varian paling dominan di Amerika Serikat dengan porsi 17 persen kasus Covid-19. Di Prancis, EG.5 menyumbang 26 persen kasus per 17 Juli 2022, meningkat dari 15 persen seminggu sebelumnya. Sementara di Inggris, sub-varian EG.5.1 memiliki laju pertumbuhan tertinggi dengan porsi 14 persen kasus.

Meski kasus meningkat, sampai saat ini belum ada bukti bahwa EG.5 menyebabkan penyakit lebih parah. Namun, beberapa negara mulai mencatat lonjakan kasus dan rawat inap akibat EG.5.

Menurut para ahli, vaksin Covid-19 saat ini tengah diadaptasi untuk varian Omicron XBB yang dekat dengan EG.5. Diharapkan vaksin versi terbaru bisa memberikan perlindungan lebih baik melawan berbagai sub-varian Omicron, termasuk EG.5.

Sementara itu, masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada dan menjaga protokol kesehatan, karena pandemi belum berakhir. EG.5 bisa memicu gelombang baru yang kemudian meningkatkan beban rumah sakit, meski dampaknya mungkin tak separah gelombang awal virus Korona.

Berikut beberapa Gejala Covid-19 subvarian EG.5

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore