Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 10 Agustus 2021 | 21.31 WIB

Booster Moderna Manjur 93 Persen Lawan Varian Delta selama 6 Bulan

JAGA-JAGA: Mulai Sabtu (7/8) nakes mendapatkan booster berupa vaksin Moderna. Untuk mengantisipasi KIPI, ada kuota penyuntikan di tiap puskesmas. Antara 15-20 orang per hari. (Dimas Maulana/Jawa Pos) - Image

JAGA-JAGA: Mulai Sabtu (7/8) nakes mendapatkan booster berupa vaksin Moderna. Untuk mengantisipasi KIPI, ada kuota penyuntikan di tiap puskesmas. Antara 15-20 orang per hari. (Dimas Maulana/Jawa Pos)

JawaPos.com - Pengembang vaksin Covid-19 Moderna baru-baru ini menginformasikan bahwa vaksin mereka terhadap SARS-CoV-2 diperkirakan memiliki efikasi 93 persen selama 6 bulan setelah vaksinasi dosis kedua. Ini kabar baik bagi para tenaga kesehatan Indonesia yang disuntik vaksin booster Moderna.

Dalam siaran persnya, Moderna juga menyarankan agar individu dengan vaksinasi lengkap harus mendapatkan suntikan booster karena varian Delta makin mengganas. Presiden Moderna Stephen Hoge mengatakan bahwa booster setelah dua dosis vaksin Covid-19 diperlukan, untuk membangun perlindungan tambahan dari sistem kekebalan kita. Tetapi dengan efektivitas vaksin yang terbukti, CEO Moderna Stephane Bancel mengatakan bahwa kita harus tetap waspada terhadap virus varian delta.

Dilansir dari Science Times, Selasa (10/8), booster Covid-19 Moderna disuntikkan setelah menyelesaikan dosis vaksin. Perusahaan farmasi masih dalam proses mengembangkan suntikan booster. Menurut sebuah laporan oleh The Verge, penguat ini akan membantu individu memperkuat kekebalan mereka terhadap varian Delta Covid-19 dan potensi mutasi virus korona lainnya.

Moderna menyatakan, bahwa mereka menggelontorkan hampir USD 6 miliar vaksin Covid-19 yang telah berhasil dijual. Dengan pendapatan lebih dari 300 juta dosis didistribusikan dalam rentang waktu 6 bulan yang berakhir pada 30 Juni. Seiring dengan distribusi baru-baru ini, Moderna juga melaporkan laba bersih hampir USD 3 miliar.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, vaksin Moderna terbukti efektif dalam uji klinis, dengan lebih dari 95 persen kemanjuran orang berusia 18 tahun ke atas terhadap virus korona. Penelitian ini dilakukan pada subjek yang sebelumnya tidak pernah kontak dengan infeksi Covid-19.

Vaksin Moderna juga ditemukan efektif pada individu yang berbeda terlepas dari fisik, jenis kelamin, kondisi medis, dan variasi ras mereka. Pengamatan lebih lanjut masih dilakukan terhadap vaksin Moderna untuk menemukan lebih banyak khasiat yang bermanfaat dalam memerangi pandemi.

Kajian awal CDC atas vaksin Moderna's Covid-19 dipublikasikan dalam Morbidity and Mortality Weekly Report berjudul The Advisory Committee on Immunization Pratices Interim Recommendation for Use of Moderna Covid-19 Vaccine United States pada Desember 2020. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore