
Selalu jaga kebersihan lingkungan diri dan sekitar agar terhindari dari penyakit menular. ( sumber: pexels/ Anna Shvets )
JawaPos.com - Menjaga kewaspadaan terhadap wabah pandemi sangat penting karena dampaknya dapat sangat merugikan.
Pandemi dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Oleh karena itu, kita harus selalu siap dan waspada terhadap kemungkinan terjadinya wabah pandemi.
Selalu perhatikan tanda-tanda awal wabah dan mengambil tindakan yang tepat, seperti menjaga kebersihan diri, memakai masker, dan menghindari kerumunan.
Selain itu, kita juga harus mendukung upaya-upaya pemerintah dalam mengatasi wabah pandemi, seperti mengikuti protokol kesehatan dan vaksinasi.
Berikut beberapa wabah atau pandemi terburuk sepanjang sejarah dilansir dari times of india, Jum'at (01/12).
1. Wabah Antonine (165 M)
Wabah Antonine adalah wabah cacar yang terjadi pada masa pemerintahan Marcus Aurelius Antoninus pada tahun 165 atau 166 M.
Wabah ini pertama kali muncul pada musim dingin tahun 165 M hingga 166 M, dan menyebar ke seluruh kekaisaran Romawi.
Tidak diketahui pasti dari mana wabah ini berasal, namun diyakini bahwa kemungkinan pertama kali berkembang di Tiongkok.
Wabah antonine menyebabkan banyak orang meninggal dunia, dengan jumlah kematian mencapa sekitar 5 juta jiwa di kekaisaran Romawi.
2. Wabah Pes (1346-1353)
Wabah Pes (1346-1353), juga dikenal sebagai Maut Hitam, adalah pandemi hebat yang melanda Eurasia dan Afrika Utara pada abad ke-14.
Wabah ini pertama kali muncul di Kaffa, sebuah pelabuhan di Krimea, dan menyebar ke seluruh Eropa melalui perdagangan laut dan darat.
Disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis dan menyebar melalui pinjal dengan bantuan hewan seperti tikus rumah.
Karenanya, wabah ini hampir membunuh sekitar 75 juta hingga 200 juta orang, atau sepertiga hingga dua pertiga populasi Eropa.
3. Pandemi Flu spanyol (1918)
Wabah pandemi flu Spanyol (1918) adalah pandemi global yang terjadi pada akhir Perang Dunia I. Penyakit ini disebabkan oleh virus H1N1 dengan gen asal unggas dan menyebar ke seluruh dunia dalam waktu kurang dari satu tahun, yakni antara 1918 dan 1919.
Para peneliti dan sejarawan meyakini bahwa sepertiga populasi dunia, yang saat itu berjumlah 1,8 miliar orang terkena penyakit tersebut.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
