
Ilustrasi kesehatan mata. (Freepik/user18526052)
JawaPos.com – Gangguan kesehatan mata belakangan ini semakin marak dirasakan masyarakat, salah satunya kondisi mata kering.
Selain akibat polusi udara, gangguan kesehatan mata atau kondisi mata kering juga disebabkan oleh beragam faktor.
Dilansir dari Antara, Kamis (30/11), dokter spesialis mata, dr Denisa Anggi Kurnia, Sp.M membagikan saran kepada masyarakat.
Apabila sedang mengalami mata kering, dr Denisa menyarakan dengan melakukan kompres hangat pada mata.
Cara mengompresnya bisa dengan menggunakan kain atau waslap bersih yang dicelupkan ke air hangat, kemudian dalam posisi mata terpejam, taruh kain, dan tempelkan ke mata sekitar 5-10 menit.
“Untuk mata kering solusinya kompres hangat di rumah. Sekarang banyak di e-commerce penghangat, jadi tinggal masukkan mikrowave saja, ditempelkan ke mata,” jelas Anggi.
Mata kering merupakan suatu kondisi yang memengaruhi lapisan air mata, tiga lapisan air mata yang menutupi, dan melindungi permukaan mata.
Kondisi ini biasanya memunculkan sejumlah gejala, seperti mata terasa perih dan terbakar, penglihatan kabur terutama saat membaca, ada perasaan gatal atau berpasir seperti ada sesuatu di mata dan ada lendir di dalam atau di sekitar mata.
Gejala lainnya, yaitu mata merah atau iritasi, terutama berlaku saat berada di tengah angin atau di dekat asap rokok serta merasa sakit saat memakai lensa kontak.
Beberapa risiko yang bisa menempatkan seseorang terkena mata kering, di antaranya cuaca, terlalu lama menatap layar, penggunaan lensa kontak serta merokok atau alergi juga dapat meningkatkan risiko mata kering.
Selain itu, Anggi juga menyebutkan jika mengonsumsi obat-obatan tertentu juga dapat meningkatkan risiko mata kering, termasuk beberapa obat yang mengobati depresi, alergi, tekanan darah, glaukoma, menopause, dan nyeri.
Anggi menyarankan kepada masyarakat untuk memeriksa mata secara rutin ke tenaga kesehatan, setidaknya setiap enam bulan sampai satu tahun sekali demi menjaga kesehatan mata.
“Untuk pengguna lensa kontak sebaiknya mengonsultasikan lebih dahulu cara penggunaan lensa kontak yang baik, apabila memang banyak kegiatan yang mengharuskan di depan komputer dan perbanyak aktivitas di luar ruangan,” terang dokter RSUD Jagakarsa itu.
***

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
