Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 19 November 2023 | 16.01 WIB

Mengenal Terapi Fashdu, Pengobatan Alternatif yang Hanya Boleh Dilakukan oleh Tenaga Kesehatan Berkompeten

Ilustrasi pengambilan sampel darah / sumber: theconversation.com - Image

Ilustrasi pengambilan sampel darah / sumber: theconversation.com

JawaPos.com – Terapi Fashdu adalah salah satu pengobatan alternatif yang terkenal dalam Islam. Dipercayai bahwa ini pengobatan yang direkomendasikan oleh Nabi Muhammad.

Terapi Fashdu berasal dari kata Al-Fashdu yang berarti darah yang kehilangan kandungan oksigennya atau sering disebut sebagai darah kotor.

Meskipun terapi ini diyakini dapat mengurangi kadar kolesterol, asam urat, gula darah, tekanan darah tinggi, dan zat berbahaya lainnya dalam tubuh, keamanan terapi ini masih memerlukan penelitian medis lebih lanjut.

Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan RI pada Sabtu (18/11), terapi Fashdu yang melibatkan prosedur memasukkan jarum infus ke dalam pembuluh darah seharusnya dijalankan oleh tenaga medis yang memiliki kompetensi.

Dalam terapi ini, darah dikeluarkan dari pembuluh darah pada titik-titik tertentu.

Berbeda dengan praktik medis, terapi ini merupakan pengobatan alternatif yang tidak melibatkan obat atau bahan kimia.

Meski begitu, denyut nadi pasien diuji terlebih dahulu untuk memastikan keamanan terapi.

Cara melaksanakan terapi ini mirip dengan prosedur pengambilan darah atau donor darah dengan memasukkan jarum infus ke dalam pembuluh darah pada titik tertentu.

Jarum infus harus steril sebelum digunakan, dan jika diperlukan, sayatan pada kulit dapat dilakukan.

Terapi Fashdu bertujuan menghilangkan penyumbatan dan racun dalam pembuluh darah, serupa dengan terapi bekam, namun dengan pengeluaran darah langsung melalui pembuluh darah besar.

Kementerian Kesehatan akan melakukan penelaahan dan pengkajian lebih lanjut bersama stakeholder terkait mengenai metode pengobatan Al Fashdu.

Meski belum ada pernyataan dari Kemenkes yang menyatakan keamanan terapi ini, perlu waspada terhadap kemungkinan efek samping.

Dikutip dari Cureus pada Sabtu (18/11), terdapat laporan kasus pertama yang melibatkan infeksi Staphylococcus aureus (MSSA) dan disebarluaskan dengan artritis septik pada pergelangan kaki setelah terapi Fashdu pada pasien remaja.

Seorang anak laki-laki berusia 12 tahun tiba di Unit Gawat Darurat (UGD) dengan keluhan pembengkakan dan rasa sakit pada ekstremitas kanan bawah selama tiga minggu.

Kejadian ini dimulai ketika dia mengalami keseleo pergelangan kaki kanan tiga minggu sebelumnya.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore