Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 8 November 2023 | 19.58 WIB

Mengenal Kelainan Mikroatia pada Anak, Orang Tua Wajib Tahu Sebelum Melakukan Penanganan Lanjut

Ilustrasi kelainan telinga kecil pada bayi. (Antara/Pexels/Burst) - Image

Ilustrasi kelainan telinga kecil pada bayi. (Antara/Pexels/Burst)

JawaPos.com - Bayi atau anak yang memiliki kelainan mikroatia atau dikenal sebagai telinga kecil harus diberi pengetahuan sejak sebelum adanya tindakan lebih lanjut.

Demikian pendapat Prof. Dr. dr. Mirta Hediyati Reksodiputra, Sp. THT-BKL, Subsp.FPR(K), Dokter Spesialis THT RSUI.

Dokter yang berpraktek di Rumah Sakit Universitas Indonesia tersebut pada (7/11) menyatakan bahwa penanganan yang dilakukan terhadap kelainan ini adalah operasi.

Operasi terhadap mikroatia tidak sama seperti operasi pada umumnya atau operasi tonsil yang memakan waktu maksimal dua minggu untuk kontrol.

Dokter Mirta menambahkan, kelainan mikroatia ini yang mengakibatkan daun telinga tidak berbentuk normal. Ukurannya jauh lebih kecil dari telinga pada umumnya.

Tahapan tindakan lebih lanjut terhadap bayi atau anak yang memiliki kelainan tersebut harus melewati beberapa tahapan.

Apabila kelainannya bersifat ringan, cukup dengan operasi yang disebut dengan otoplasty atau perbaikan bentuk dan ukuran.

Adapun kelainannya bersifat parah, maka perlu dilakukan penanaman daun telinga buatan (implan) yang diambil dari tulang atau material lain.

Sangat direkomendasikan oleh dr. Mirta, bahwa penanaman implan buatan sebaiknya diambil dari tulang rawan iga penderita tersebut.

Demikian mempermudah penyesuaian terhadap jaringan tubuh. Pembuatan daun telinga dilakukan pada anak maksimal usia delapan tahun serta memiliki lingkar dada sepanjang 60 cm.

Demikian karena pada usia tersebut, anak memiliki kondisi tulang rawan iga yang cukup matang atau siap dijadikan bahan implan.

Selain itu, usia tersebut memiliki kondisi daun telinga sebesar 80 persen dari daun telinga orang dewasa.

Saran ini tidak dapat direkomendasikan kepada mereka yang berusia 30 tahun dan seterusnya. Karena pada usia tersebut, tulang sudah bersifat keras.

Perlunya pemahaman dini oleh orang tua terhadap anaknya yang menderita mikroatia.

Demikian agar anak tersebut selalu waspada akan kesehatannya karena operasi memakan waktu panjang.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore