
Dr dr Valentinus Besin SpN (tiga dari kanan) saat peluncuran buku Ayo Bersama Cegah Demensia (ABCD) di auditorium Prodia Diponegoro lantai 9, Sabtu (23/9).
JawaPos.com–Kasus demensia makin banyak terjadi di masyarakat, terutama usia lanjut. Dari sejumlah penelitian dan jurnal, demensia dapat dijumpai pada usia lanjut dan usia muda. Hal itu diungkapkan Dr dr Valentinus Besin SpN.
Jumlah orang dengan demensia diprediksi meningkat menjadi 152 juta pada 2050, terutama di negara berpendapatan rendah dan menengah. Demensia memiliki penyebab yang tidak bisa dimodifikasi, contohnya genetik. Di sisi lain, masyarakat harus aktif mencegah faktor risiko yang bisa dimodifikasi. Faktor risiko yang bisa dimodifikasi itu dituangkan dalam buku Ayo Bersama Cegah Demensia (ABCD).
”Upaya mencegah demensia harus diketahui dan dimulai sejak dini oleh siapa pun dan usia berapa pun. Hal ini yang menjadi alasan kami menulis buku itu,” ujar dr Valen, sapaan Dr dr Valentinus Besin SpN, saat peluncuran buku itu di auditorium Prodia Diponegoro lantai 9 Sabtu (23/9).
Buku Ayo Bersama Cegah Demensia (ABCD).
Buku yang ditulis dr Valen itu menghadirkan lima bab yang informatif dan menarik. Pertama, Hei Demensia! Kenalan Bentar, Yuk! Kedua, Masa Mudaku = Masa Emasku yang membahas upaya anak muda meraih ilmu setinggi tingginya, belajar bahasa, dan say no to pornografi. Ketiga, Perilaku & Gaya Hidup yang salah satunya menekankan bahwa kontak sosial itu penting. Tak hanya berinteraksi lewat video call atau belajar visual.
Keempat, Kondisi Kesehatan yang Harus Diwaspadai, membahas tentang penyakit kencing manis, hipertensi, serta gangguan pendengaran. Kelima, Kamu Membaca, Kamu yang Menyimpulkan.
Dalam buku tersebut, dr Valen yang merupakan dosen Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya serta dokter spesialis neurologi di RS Premier Surabaya dan Klinik Prodia Jemursari Surabaya, menyajikan jurnal jurnal update terkait pencegahan demensia.
Selain itu, ada penulis kedua yakni Dr Drs Gaspar Besin MPd yang merupakan pengajar senior di bidang sastra Inggris di Universitas Surabaya. Dia menyajikan materi tentang bahasa dan pengaruhnya terhadap pencegahan demensia.
Ada lima BAB dalam buku ABCD ini:
yang membahas: meraih ilmu setinggi-tingginya, belajar bahasa, say no to pornografi, dll.
yang membahas: menghindari obesitas, alkohol, rokok, dll.
yang membahas penyakit kencing manis, hipertensi, gangguan pendengaran, dll.
Kelebihan buku ABCD:
Photo

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
