
Photo
JawaPos.com - Virus Korona bisa menular dari orang ke orang melalui tetesan droplet. Selain itu, virus Korona juga bisa melayang-layang di udara sebagai aerosol jika berada di ruangan tertutup seperti yang sudah diumumkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Dan hati-hati juga saat menyentuh dinding atau bersandar, sebab ternyata virus Korona bisa menempel lama di dinding.
Misalnya ada pasien terinfeksi Covid-19 kemudian bersin dan batuk. Virusnya bisa menempel pada dinding. Apalagi kini penularan Covid-19 telah menyebar di unit terkecil masyarakat, yakni klaster keluarga. Adanya beragam aktivitas dari anggota keluarga saat di luar dan melakukan kontak dekat di rumah, membuat kasus klaster keluarga ini semakin meningkat.
Oleh karena itu, dalam konferensi pers bersama Nippon Paint baru-baru ini secara daring, Dokter Spesialis Paru RSU Adhyaksa dr. Ahmad Muslim Nazaruddin, Sp.P. FERS mengatakan bahwa kini gejala flu biasa (common cold) seperti pilek, hidung tersumbat, sakit tenggorokan, bersin, batuk, dan demam harus diwaspadai. Penularan Covid-19 dapat terjadi ketika droplet berisikan virus dikeluarkan melalui batuk ataupun bersin dari penderita Covid-19 masuk ke dalam saluran napas orang lain.
"Proses penularan ini semakin cepat dan mungkin terjadi karena Covid-19 dikonfirmasi dapat bertahan lama di udara (airborne),” jelas dr. Ahmad.
Dia menambahkan, selain droplet dan airborne, sentuhan tangan juga dapat menjadi perantara transmisi virus. Jika virus menempel pada gagang pintu, permukaan furniture, sakelar listrik, remote TV, handphone, atau tembok rumah dan kemudian tersentuh, lalu tangan tersebut memegang mata, hidung, atau mulut, maka virus akan masuk ke saluran tubuh.
“Khusus dinding atau tembok, virus Kprona dapat bertahan hidup dalam kisaran 2 jam hingga 9 hari. Hal tersebut bergantung pada suhu, kelembapan, dan paparan sinar matahari hingga sirkulasi udara pada ruangan,” kata dr. Ahmad.
Hal senada diungkapkan CEO (Decorative Paints) Nippon Paint Indonesia, Jon Tan. Era pandemi memaksa semua orang harus lebih lama berada #dirumahsaja. Maka segala aktivitas di rumah termasuk dinding harus dijaga kebersihannya dari virus.
“Misalnya dengan teknologi anti-mikroba dan anti-virus serta anti-kuman. Sehingga bisa mematikan virus.
Maka akan menghentikan reproduksi, mematikan metabolisme, lalu menghancurkan mikroorganisme tersebut," ujarnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=KZpD0p-Bcf0&ab_channel=JawaPos

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
