Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 13 Oktober 2020 | 21.35 WIB

Kenali 2 Kelompok Faktor Risiko Pemicu Kanker Payudara Sejak Dini

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Para perempuan disarankan untuk mulai menyadari bahaya kanker payudara sejak dini. Ada beberapa faktor risiko yang bisa diwaspadai.

Sampai saat ini penyebab kanker memang belum diketahui. Tapi ada faktor risiko yang bisa diketahui agar bisa mencegahnya.

Kepada JawaPos.com, Selasa (13/10), Internis, Konsultan Hematologi dan Onkologi RS Kanker Dharmais Jakarta dr. Ronald A. Hukom menjelaskan, faktor risiko untuk terkena kanker payudara cukup banyak. Ada yang tak bisa dikontrol, tapi ada yang bisa kita kendalikan sendiri.

1. Faktor Risiko yang tidak bisa dikontrol

Jenis Kelamin
Perempuan mewakili 99 persen dari semua pasien kanker payudara.

Umur
Kemungkinan terkena kanker payudara meningkat seiring bertambahnya usia. Sekitar 65 persen wanita berusia di atas 55 tahun saat mereka didiagnosis.

Riwayat keluarga
Mutasi gen bawaan tertentu (BRCA1 dan BRCA2) meningkatkan risiko kanker payudara. Namun, gen ini hanya menyumbang 5-10 persen dari keseluruhan kasus. Bahkan tanpa gen tersebut, memiliki nenek, ibu, saudara perempuan, atau anak perempuan yang didiagnosis menderita kanker payudara atau ovarium akan meningkatkan risiko.
Dan juga waspada riwayat kanker payudara

Jadwal menstruasi
Mendapat menstruasi lebih awal (sebelum usia 12 tahun) meningkatkan risiko kanker. Menopause terlambat (setelah usia 55) meningkatkan risiko kanker payudara.

Jaringan padat
Jaringan payudara yang padat (termasuk payudara fibrokistik) meningkatkan risiko kanker payudara.

2. Faktor Risiko yang bisa dikendalikan

Riwayat melahirkan
Perempuan yang menunda melahirkan anak pertama atau yang tidak pernah memiliki anak berrisiko lebih tinggi terkena kanker payudara, sebaliknya memiliki anak di usia yang lebih muda dan menyusui menurunkan risiko terkena kanker payudara.

Terapi hormonal
Perempuan yang menjalani terapi hormonal untuk menopause berrisiko lebih tinggi terkena kanker payudara.

Obesitas
Kelebihan berat badan atau obesitas meningkatkan risiko kanker payudara pascamenopause.

Kurang aktif
Ketidakaktifan fisik meningkatkan risiko

Radiasi
Tingkat radiasi yang tinggi di area dada sebelum usia 30 tahun meningkatkan risiko.

Asap rokok
Ada bukti yang menunjukkan bahwa merokok dan paparan asap tembakau mungkin meningkatkan risiko kanker payudara.

Kontrasepsi
Penggunaan kontrasepsi oral dapat sedikit meningkatkan risiko terkena kanker payudara. Beberapa penelitian tidak menemukan adanya peningkatan risiko dari penggunaan pil KB dan yang lainnya menunjukkan peningkatan risiko.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=KZpD0p-Bcf0&ab_channel=JawaPos

 

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore