Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 5 September 2020 | 05.30 WIB

Ketahui 6 Informasi Hoax dan Fakta yang Sering Beredar Selama Pandemi

KEBUT PENELITIAN: Petugas laboratorium di Universitas Chulalongkom, Thailand, menunjukkan kandidat vaksin Covid-19 yang siap diujicobakan pada monyet. (ANTONOV/AFP) - Image

KEBUT PENELITIAN: Petugas laboratorium di Universitas Chulalongkom, Thailand, menunjukkan kandidat vaksin Covid-19 yang siap diujicobakan pada monyet. (ANTONOV/AFP)

JawaPos.com - Selama pandemi Covid-19 begitu banyak informasi beredar soal gejala, pengobatan, bahan herbal, dan berbagai hal seputar Covid-19. Karena itu sebelum menyerap informasi, masyarakat harus melek literasi mana informasi yang ilmiah sesuai fakta, mana yang hoax.

Ahli Scientific dari FibreFirst, Nourmatania Istiftiani SKM, mengatakan dalam mencegah dan menekan tingkat penularan Covid-19, diperlukan partisipasi dari seluruh masyarakat Indonesia. Dan hal tersebut dimulai dari diri sendiri yaitu menyebarkan berita atau informasi yang baik dan benar.

"Selain itu, tidak perlu aneh-aneh percaya hoax. Misalnya cukup dengan meningkatkan imun tubuh tentunya tidak akan mudah tertular penyakit atau virus, dan menjaga protokol kesehatan," katanya kepada wartawan secara daring baru-baru ini.

Apa saja hoax dan fakta yang selama ini beredar?

Hoax
1. Merokok Mengurangi Risiko Tertular Covid-19

Hal tersebut tidaklah benar atau hoax, menurut laman covid19.go.id, merokok tidak menghadang virus Korona atau Covid-19. Perokok justru rentan terpapar virus, salah satunya lantaran merokok memungkinkan risiko infeksi pernapasan.

2. Thermo Gun Berbahaya Untuk Otak

Informasi yang beredar tersebut adalah hoax. Termometer yang digunakan di kening pada saat mengukur suhu tubuh tersebut aman digunakan dan telah lulus uji kesehatan.

3. Minuman Beralkohol Bisa Membunuh Virus Korona

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), ketika virus telah memasuki tubuh seseorang, menyemprotkan alkohol atau bahkan meminumnya tidak akan bisa membunuh virus tersebut. Jadi sudah bisa dipastikan informasi tersebut adalah hoax.

Fakta

1. Berolahraga Minimal 30 Menit Setiap Harinya

Walau sedang dalam Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), bukan berarti kita terbatas untuk melakukan olahraga. Melakukan olahraga intensitas sedang seperti jogging dengan durasi pendek 30 hingga 45 menit secara rutin dapat meningkatkan imunitas melalui peningkatan jumlah sel darah putih (terutama limfosit dan neutrophil).

2. Tidur Cukup

Tidur cukup selama 7 hingga 9 jam setiap harinya. Tidur nyenyak dan berkualitas dapat memperkuat sistem imun tubuh, dengan meningkatkan jumlah serta kemampuan sel T (sel imun) untuk menghancurkan sel yang terinfeksi virus dan penyebab penyakit.

3. Pencernaan Sehat Imunitas Kuat

Konsumsi cukup serat setiap harinya terbukti memberikan manfaat positif bagi pencernaan, karena 70 persen sel imun terdapat di pencernaan maka jika pencernaan sehat maka imun tubuh pun jadi kuat. Selain dari buah dan sayuran, suplemen kesehatan dapat membantu memenuhi asupan serat serta nutrisi harian.

"Suplemen kaya akan serat premium dan nutrisi dari ekstrak buah dan sayuran mampu mengoptimalkan proses detoks harian dan menyehatkan pencernaan. Maka ada baiknya memahami berita atau informasi lebih teliti, perlu cek sumbernya terlebih dulu. Menyebarkan berita atau informasi baik yang bermanfaat seputar Covid-19 seperti informasi di atas juga berarti berpartisipasi menekan tingkat penularan Covid-19”, tutup Nourmatania.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore