Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 17 Juni 2020 | 04.20 WIB

Saat Mulai Masuk Sekolah, Seragam Sekolah Harus Lebih Sering Dicuci

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Ketika anak-anak sekolah perlahan mulai kembali ke ruang kelas setelah penguncian koronavirus (Covid-19), orang tua didesak untuk melakukan perawatan tambahan saat mencuci seragam sekolah mereka. Sebagaimana diketahui, kegiatan belajar mengajar di seluruh dunia oleh para siswa masih banyak yang diwajibkan untuk mengenakan baju seragam sekolah.

 

Jika nantinya anak-anak benar akan kembali ke sekolah kendati vaksin Covid-19 belum ditemukan, para orang tua dipaksa untuk lebih sering mencuci seragam sekolah anak. Hal tersebut lantaran virus mungkin saja bersarang di baju seragam mereka jika orang tua abai akan kebersihannya.

 

Studi menemukan bahwa Coronavirus dapat hidup di permukaan seperti pakaian atau handuk hingga 72 jam. Karenanya, orang tua diminta untuk mencuci pakaian apa pun yang dikenakan anak-anak ke sekolah setiap hari sehabis dipakai jika nanti benar-benar harus kembali ke sekolah meski pandemi Covid-19 masih berlangsung.

 

Dikutip dari Mirror, Selasa (16/6), para ahli berharap ini akan menghentikan penyebaran dan melindungi anak-anak dan orang tua mereka. Sementara mengacu pada standar kesehatan, disarankan pakaian harus dicuci pada suhu 60 derajat Celsius atau minimal 40 derajat Celsius dengan produk cucian berbasis pemutih.

 

Para ahli juga mendesak orang untuk tidak meninggalkan cucian di mesin cuci dan mengatakan bahwa kuman yang tersisa dapat berkembang biak dengan cepat. Para ahli juga menyarankan siapapun untuk mencuci tangan dengan saksama setelah menangani cucian kotor.

 

Di negara lain selain Indonesia sendiri tidak ada aturan ketat tentang seragam sekolah. Beberapa sekolah juga telah mengubah aturan berpakaian mereka untuk membuat segalanya lebih mudah dan aman bagi sang anak.

 

Di Inggris misalnya, jika nanti sekolah sudah di buka, beberapa sekolah mengizinkan anak-anak mengenakan pakaian yang nyaman seperti t-shirt, hoodies, dan celana olahraga. Tujuannya, agar pakaian selalu diganti baru dan dicuci setelah digunakan dan lebih mudah ketimbang seragam sekolah yang biasanya setiap anak memiliki jumlah seragam pengganti yang terbatas, beda dengan pakaian harian lainnya. (Mirror)

 

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore