
Photo
JawaPos.com - Ketika anak-anak sekolah perlahan mulai kembali ke ruang kelas setelah penguncian koronavirus (Covid-19), orang tua didesak untuk melakukan perawatan tambahan saat mencuci seragam sekolah mereka. Sebagaimana diketahui, kegiatan belajar mengajar di seluruh dunia oleh para siswa masih banyak yang diwajibkan untuk mengenakan baju seragam sekolah.
Jika nantinya anak-anak benar akan kembali ke sekolah kendati vaksin Covid-19 belum ditemukan, para orang tua dipaksa untuk lebih sering mencuci seragam sekolah anak. Hal tersebut lantaran virus mungkin saja bersarang di baju seragam mereka jika orang tua abai akan kebersihannya.
Studi menemukan bahwa Coronavirus dapat hidup di permukaan seperti pakaian atau handuk hingga 72 jam. Karenanya, orang tua diminta untuk mencuci pakaian apa pun yang dikenakan anak-anak ke sekolah setiap hari sehabis dipakai jika nanti benar-benar harus kembali ke sekolah meski pandemi Covid-19 masih berlangsung.
Dikutip dari Mirror, Selasa (16/6), para ahli berharap ini akan menghentikan penyebaran dan melindungi anak-anak dan orang tua mereka. Sementara mengacu pada standar kesehatan, disarankan pakaian harus dicuci pada suhu 60 derajat Celsius atau minimal 40 derajat Celsius dengan produk cucian berbasis pemutih.
Para ahli juga mendesak orang untuk tidak meninggalkan cucian di mesin cuci dan mengatakan bahwa kuman yang tersisa dapat berkembang biak dengan cepat. Para ahli juga menyarankan siapapun untuk mencuci tangan dengan saksama setelah menangani cucian kotor.
Di negara lain selain Indonesia sendiri tidak ada aturan ketat tentang seragam sekolah. Beberapa sekolah juga telah mengubah aturan berpakaian mereka untuk membuat segalanya lebih mudah dan aman bagi sang anak.
Di Inggris misalnya, jika nanti sekolah sudah di buka, beberapa sekolah mengizinkan anak-anak mengenakan pakaian yang nyaman seperti t-shirt, hoodies, dan celana olahraga. Tujuannya, agar pakaian selalu diganti baru dan dicuci setelah digunakan dan lebih mudah ketimbang seragam sekolah yang biasanya setiap anak memiliki jumlah seragam pengganti yang terbatas, beda dengan pakaian harian lainnya. (Mirror)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
