Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 5 November 2018 | 16.30 WIB

Sulit Dikenali, Beberapa Gejala Ini Perlu Diwaspadai Kanker Sarkoma

Konsultan Senior Onkologi Medis Parkway Cancer Centre (PCC) Dr. Richard Quek menjelaskan seputar bahaya kanker sarkoma. - Image

Konsultan Senior Onkologi Medis Parkway Cancer Centre (PCC) Dr. Richard Quek menjelaskan seputar bahaya kanker sarkoma.

JawaPos.com - Kanker sarkoma sering salah didiagnosa. Sering dikira sebagai kanker tulang, padahal sarkoma adalah jenis kanker yang berbeda.


Sarkoma merupakan jenis kanker yang berkembang di jaringan ikat, seperti otot, lemak, tulang, tulang rawan, dan pembuluh darah. Kanker ini bisa muncul di bagian tubuh mana pun, serta memiliki gejala yang tampaknya tidak berbahaya dan sulit dibedakan dari penyakit-penyakit ringan.


Gejala sarkoma yang timbul dapat berbeda-beda, tergantung dari mana sarkoma tersebut berasal. Bagi pasien yang memiliki sarkoma jaringan lunak di lengan atau kaki, misalnya, gejala paling umum adalah munculnya benjolan besar tanpa rasa sakit.


Sedangkan, jika sarkoma tumbuh di tulang tangan atau kaki, pasien umumnya mengeluhkan nyeri tulang, serta sakit di sekitar area tulang yang terdampak ketika beristirahat atau tidur malam. Beberapa pasien bahkan mungkin mengalami retak tulang.


"Jangan remehkan benjolan besar apalagi jika disertai rasa sakit. Biasanya ketika sudah sakit, kanker tersebut sudah lebih meningkat levelnya," jelas Konsultan Senior Onkologi Medis Parkway Cancer Centre (PCC) Dr. Richard Quek dalam konferensi pers baru-baru ini.


Gejala-gejala lainnya meliputi ruam gelap (angiosarcoma atau kanker pembuluh darah), batuk dan sesak napas jika sarkoma berkembang di area dada, serta kembung dan mudah merasa kenyang jika sarkoma berasal di bagian perut. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menyadari kondisi tubuh sendiri.


"Kemudian, tanyakan pada dokter umum apakah Anda perlu menemui dokter spesialis atau menjalani tes lebih lanjut, seperti MRI atau CT scan, jika gejala Anda tidak hilang setelah pengobatan rutin,” kata dr. Richard.

Diagnosis yang tepat adalah kunci untuk menentukan perawatan yang paling optimal. Karena keberagaman sub-tipe dan lokasi muncul sarkoma, sebenarnya tidak ada satu formula atau metode khusus yang dapat berlaku untuk semua kasus sarkoma.


“Di PCC, keahlian kolektif dari para pakar onkologi kami, yang merupakan salah satu tim terbesar di Singapura dan sekitarnya, memungkinkan kami untuk membantu pasien mendapatkan diagnosis yang tepat sedini mungkin, memahami berbagai pilihan perawatan yang tersedia, serta memilih kombinasi yang akan memberi mereka hasil paling optimal,” jelas dr. Richard

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore