
Ilustrasi
JawaPos.com – Era modern saat ini bukan lagi zamannya untuk buang air besar sembarangan. Masyarakat harus terbiasa menggunakan jamban untuk menjaga Pola Bersih Hidup dan Sehat (PHBS). Masyarakat harus memiliki dan mampu menggunakan sarana Mandi Cuci Kakus (MCK) dengan baik.
Jamban adalah tempat pembuangan kotoran manusia. Jamban yang baik dan sehat adalah suatu ruangan yang mempunyai fasilitas pembuangan kotoran manusia yang terdiri atas tempat jongkok atau tempat duduk yang dilengkapi dengan unit penampungan kotoran dan air untuk membersihkannya. Selain demi PHBS, penggunaan jamban juga untuk mencegah penularan penyakit terhadap lingkungan.
Dilansir dari Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan, manfaat buang air besar dan kecil di jamban begitu besar bagi kesehatan lingkungan. Lingkungan dapat menjadi bersih, sehat, dan tidak berbau. Selain itu tidak mencemari sumber air yang ada di sekitarnya. Serta tidak mengundang datangnya lalat serangga yang dapat menjadi penular penyakit.
Berbagai penyakit yang berpotensi ditularkan dari kebiasaan tidak memakai jamban adalah diare, kolera, disentri, tifus, cacingan, penyakit infeksi saluran pencernaan, penyakit kulit dan keracucan. Namun masih ada di berbagai pinggiran kota besar, masyarakat yang tidak memiliki jamban sehat dan masih buang air besar di sungai atau selokan.
Penggunaan jamban sehat merupakan salah satu dari 12 indikator keluarga sehat sesuai aturan Kementerian Kesehatan. Keduabelas indikator keluarga sehat terbagi ke dalam lima kelompok.
Lima indikator dalam gizi kesehatan ibu dan anak, yaitu keluarga mengerti program keluarga berencana (KB), ibu hamil memeriksa kehamilannya sesuai standar, balita mendapatkan imunisasi lengkap, pemberian ASI ekslusif 0-6 bulan, pemantauan pertumbuhan balita.
Dua Indikator dalam pengendalian penyakit menular dan tidak menular, yaitu penderita hipertensi berobat teratur, serta penderita TB paru berobat sesuai standar.
Dua Indikator dalam perilaku sehat, yaitu tidak adanya anggota keluarga yang merokok, serta sekeluarga sudah menjadi anggota JKN. Dua indikator terkait lingkungan sehat, yaitu mempunyai sarana air bersih dan menggunakan jamban keluarga.
Terakhir, satu Indikator kesehatan jiwa, yaitu: anggota keluarga akses dalam pelayanan kesehatan jiwa. (cr1/JPG)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
