Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 22 September 2019 | 18.03 WIB

Memakan Daging atau Ikan Bakar Ternyata Bisa Tingkatkan Darah Tinggi

Secara penamkan sate oleh tak jauh beda dengan sate madura. tapi soal rasa, silakan dicoba. - Image

Secara penamkan sate oleh tak jauh beda dengan sate madura. tapi soal rasa, silakan dicoba.

JawaPos.com - Banyak cara atau metode dalam memasak. Misalnya menumis, merebus, menggoreng, dan memanggang atau membakar. Tapi ternyata, teknik memasak khususnya memanggang atau membakar ikan dan daging bisa meningkatkan tekanan darah tinggi.

Seiring waktu, tekanan darah tinggi yang berkelanjutan dapat menimbulkan risiko kesehatan yang serius seperti penyakit jantung dan stroke. Cara mencegahnya adalah hindari makanan tertentu untuk mencegah risikonya. Dan, satu lagi adalah perhatikan cara memasaknya.

Dilansir dari Express, Minggu (22/9), penelitian yang dipresentasikan di Epidemiologi dan Pencegahan, Gaya Hidup dan Sesi Ilmiah Kesehatan Kardiometrik American Heart 2018 menunjukkan, konsumsi daging sapi, ayam, atau ikan yang diolah dengan cara dibakar dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi ketika terlalu sering dikonsumsi.

Ilustrasi daging yang dibakar bisa meningkatkan tekanan darah tinggi. (Today)

ILUSTRASI. Terlalu sering mengosumsi daging dengan cara dibakar bisa menyebabkan naiknya tekanan darah. (Dok. Jawa Pos)

Para peneliti memang fokus menganalisis metode memasak dan risiko tekanan darah tinggi pada orang yang secara teratur makan daging sapi, unggas atau ikan. Diukur dalam jangka panjang, semula, tidak ada peserta yang memiliki tekanan darah tinggi, diabetes, penyakit jantung, atau kanker ketika ikut sebagai responden. Akan tetapi belakangan diketahui terdapat 37.123 orang mengalami tekanan darah tinggi selama 12-16 tahun.

Ternyata para responden setidaknya mengonsumsi dua porsi daging merah, ayam atau ikan selama seminggu. Sebanyak 17 persen lebih mudah terkena hipertensi karena makan makanan dengan cara dibakar. Baik itu daging sapi, ayam atau ikan lebih dari 15 kali per bulan.

Dan sebanyak 17 persen responden juga berisiko mengalami kenaikan tekanan darah karena mengonsumsi amina heterosiklik aromatik (HAA). Yakni bahan kimia ketika protein daging hangus atau terpapar pada suhu tinggi.

"Bahan kimia yang dihasilkan dengan memasak daging pada suhu tinggi menginduksi stres oksidatif, peradangan dan resistensi insulin. Kondisi ini dilakukan dalam penelitian pada hewan," kata Peneliti Utama, Gang Liu, Ph.D, di departemen nutrisi di Harvard TH Sekolah Kesehatan Masyarakat Chan di Boston.

Stres oksidatif, peradangan dan resistensi insulin mempengaruhi lapisan dalam pembuluh darah, dan berhubungan dengan perkembangan aterosklerosis, proses penyakit yang memicu penyakit jantung. Dampaknya bisa menyebabkan arteri menyempit atau tersumbat. Meski begitu penelitian ini masih membutuhkan studi lebih lanjut.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore