
Secara penamkan sate oleh tak jauh beda dengan sate madura. tapi soal rasa, silakan dicoba.
JawaPos.com - Banyak cara atau metode dalam memasak. Misalnya menumis, merebus, menggoreng, dan memanggang atau membakar. Tapi ternyata, teknik memasak khususnya memanggang atau membakar ikan dan daging bisa meningkatkan tekanan darah tinggi.
Seiring waktu, tekanan darah tinggi yang berkelanjutan dapat menimbulkan risiko kesehatan yang serius seperti penyakit jantung dan stroke. Cara mencegahnya adalah hindari makanan tertentu untuk mencegah risikonya. Dan, satu lagi adalah perhatikan cara memasaknya.
Dilansir dari Express, Minggu (22/9), penelitian yang dipresentasikan di Epidemiologi dan Pencegahan, Gaya Hidup dan Sesi Ilmiah Kesehatan Kardiometrik American Heart 2018 menunjukkan, konsumsi daging sapi, ayam, atau ikan yang diolah dengan cara dibakar dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi ketika terlalu sering dikonsumsi.
Ilustrasi daging yang dibakar bisa meningkatkan tekanan darah tinggi. (Today)
ILUSTRASI. Terlalu sering mengosumsi daging dengan cara dibakar bisa menyebabkan naiknya tekanan darah. (Dok. Jawa Pos)
Para peneliti memang fokus menganalisis metode memasak dan risiko tekanan darah tinggi pada orang yang secara teratur makan daging sapi, unggas atau ikan. Diukur dalam jangka panjang, semula, tidak ada peserta yang memiliki tekanan darah tinggi, diabetes, penyakit jantung, atau kanker ketika ikut sebagai responden. Akan tetapi belakangan diketahui terdapat 37.123 orang mengalami tekanan darah tinggi selama 12-16 tahun.
Ternyata para responden setidaknya mengonsumsi dua porsi daging merah, ayam atau ikan selama seminggu. Sebanyak 17 persen lebih mudah terkena hipertensi karena makan makanan dengan cara dibakar. Baik itu daging sapi, ayam atau ikan lebih dari 15 kali per bulan.
Dan sebanyak 17 persen responden juga berisiko mengalami kenaikan tekanan darah karena mengonsumsi amina heterosiklik aromatik (HAA). Yakni bahan kimia ketika protein daging hangus atau terpapar pada suhu tinggi.
"Bahan kimia yang dihasilkan dengan memasak daging pada suhu tinggi menginduksi stres oksidatif, peradangan dan resistensi insulin. Kondisi ini dilakukan dalam penelitian pada hewan," kata Peneliti Utama, Gang Liu, Ph.D, di departemen nutrisi di Harvard TH Sekolah Kesehatan Masyarakat Chan di Boston.
Stres oksidatif, peradangan dan resistensi insulin mempengaruhi lapisan dalam pembuluh darah, dan berhubungan dengan perkembangan aterosklerosis, proses penyakit yang memicu penyakit jantung. Dampaknya bisa menyebabkan arteri menyempit atau tersumbat. Meski begitu penelitian ini masih membutuhkan studi lebih lanjut.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
