
Ilustrasi: anak disabilitas lebih tenang dengan terapi mewarnai. (Comforting Anxious Children)
JawaPos.com - Anak dengan kebutuhan spesial atau disabilitas butuh stimulus agar kondisinya lebih baik secara mental. Caranya pun cukup beragam. Salah satunya lewat seni, yakni mewarnai.
Dilansir dari Ameridisability, Sabtu (7/9), terapi warna (atau kromoterapi) merupakan alternatif yang menggunakan warna dan cahaya untuk merawat kesehatan fisik atau mental. Caranya dengan menyeimbangkan pusat energi tubuh yang juga dikenal sebagai chakra.
Konsep ini berasal dari bangsa Mesir kuno menggunakan ruang solarium yang diaktifkan oleh sinar matahari dan dibangun dengan kaca berwarna untuk tujuan terapi. Saat ini, baik praktisi konvensional maupun holistik mengakui potensi terapi seni yang cerah termasuk mewarnai.
Menurut HealthyPlace.com, situs kesehatan mental, terapi warna didasarkan pada premis bahwa warna yang berbeda membangkitkan respons yang berbeda pada seseorang. Beberapa warna dianggap menstimulus, sedangkan yang lain mungkin menenangkan. Warna dapat memengaruhi tingkat energi, suasana hati, selera, emosi, bahkan pengambilan keputusan. Karenanya, warna dapat menjadi alat penyembuhan.
Terapi warna telah disarankan untuk mendukung anak dengan gangguan akademik, perilaku agresif , asma, gangguan hiperaktif-perhatian, tekanan darah, bronkitis, disleksia, dan ketidakmampuan belajar. Selain itu juga untuk peningkatan kinerja atletik, insomnia, lesu, kanker paru-paru, migrain, relaksasi otot, reformasi penjara, stres, fibroid rahim, dan gangguan penglihatan.
Hal senada juga diungkapkan Head of Marketing Staedtler Indonesia Pramesti Yulfia. Pihaknya mengajak anak Indonesia mengenal warna dengan mewarnai. Salah satunya dengan mendukung anak-anak disabilitas lewat kegiatan mewarnai dan berdonasi.
"Kami mengajak anak-anak Indonesia dari berbagai daerah untuk berkarya secara baik melalui rangkaian kegiatan #KaryaBaik. Rangkaian acara #KaryaBaik merupakan lomba mewarnai yang telah dilakukan di 23 kota di Indonesia. Dengan mewarnai anak menjadi kreatif, sehingga bisa mendukung teman-teman disabilitas. Caranya dengan lomba mewarnai sekaligus untuk berdonasi. Sambil mewarnai juga menyumbang untuk anak-anak disabilitas," kata Pramesti.
Salah satu orang tua di Amerika Serikat, Margie Taylor, menceritakan tentang putranya, James, yang didiagnosis menderita Sindrom Tourette dan ADD (Attention Deficit Disorder), yaitu sebuah gangguan pada perkembangan otak yang menyebabkan penderitanya menjadi hiperaktif, impulsif, serta susah memusatkan perhatian. Kondisi itu diderita anaknya sejak usia lima tahun. Sejak saat itu ternyata mewarnai bisa menjadi terapi untuk anaknya.
"Saya meneliti semua yang saya bisa dapatkan dan anak saya bereaksi berbeda dari kebanyakan anak-anak terhadap cahaya dan warna yang berbeda di sekitarnya. Kami menemukan bahwa James lebih stabil secara emosi, siap untuk mengerjakan pekerjaan rumahnya, dan dapat tidur dengan kamar kebiruan. Pencahayaan lembut dari lampu dan tidak ada pencahayaan overhead bekerja paling baik untuknya," kata Margie.
Warna rona juga dikenal sebagai warna aktual membuat perbedaan besar bagi setiap individu dengan caranya sendiri. Tingkat intensitas atau saturasi dapat menciptakan rasa nyaman, aman, dan tenang. Terakhir, pencahayaan adalah sumber warna. "Bahwa warna bisa menjadi terapi dan mengubah dunia anak berkebutuhan khusus lebih ceria," tandasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
Prediksi Skor Pisa vs Empoli di Coppa Italia: Azzurri Bisa Menang Lewat Adu Penalti!
Prediksi Skor Palermo vs Lecce di Coppa Italia, Inzaghi Siap Bikin Kejutan
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Prediksi Skor Cremonese vs Sampdoria di Coppa Italia, Optimisme Marco Giampaolo
Prediksi Levski Sofia vs AEK Athens: Misi Besar Tuan Rumah Kembali ke UCL Usai Absen 2 Dekade
Rela Kesampingkan Urusan Pribadi, Perjuangan Ibu Atlet Sepak Bola Masa Depan Indonesia
Prediksi Skor Thailand vs Singapura di Semifinal Piala AFF 2026, Gajah Perang Unggul Agregat 3-1
