Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 14 Juli 2019 | 02.19 WIB

Banyak Penderita HIV/AIDS Takut Konsumsi ARV

ILUSTRASI: Jumlah kasus HIV/AIDS setiap tahunnya terus mengalami peningkatan. - Image

ILUSTRASI: Jumlah kasus HIV/AIDS setiap tahunnya terus mengalami peningkatan.

JawaPos.com – Tidak semua penderita HIV/AIDS yang datang ke Puskesmas Sememi, Surabaya bersedia melakukan komitmen untuk mengonsumsi obat antiretroviral (ARV). Hal itu bukan tanpa sebab. Mayoritas mengaku belum siap. Ada rasa khawatir terhadap efek samping yang akan terjadi pada tubuhnya. Sebab, ARV memang kerap menimbulkan reaksi seperti mual, muntah, maupun alergi pada kulit.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Puskesmas (Kapus) Sememi dr Lolita Riamawati MKes. Ditemui kemarin (12/7), lulusan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (Unair) itu menuturkan bahwa kekhawatiran tersebut memang wajar terjadi. Sebab, tidak sedikit pengidap HIV/AIDS yang datang ke sana merupakan tulang punggung keluarga. ’’Mereka takut efek samping itu akan mengganggu aktivitas dan pekerjaan mereka sehari-hari,’’ ujarnya.

Namun, Lolita menegaskan bahwa efek samping mengonsumsi ARV tidak mesti terjadi. Pada beberapa orang, justru tidak ada efek yang dirasakan sama sekali. Itu bergantung daya tahan atau kekebalan tubuh dan mindset setiap orang. Semakin tinggi semangat, keyakinan, dan daya juangnya, akan makin ringan keluhan yang dirasakan.

’’Memang dibutuhkan niat dan komitmen yang besar dari pasien. Sebab, ARV itu harus diminum seumur hidup setiap hari. Eman kalau tiba-tiba berhenti,” ungkapnya. Jika putus minum obat di tengah jalan setelah sekian tahun, akan terjadi resistensi atau kebal obat pada pasien.

Lolita terus mengedukasi para pengidap HIV/AIDS bahwa efek samping ARV tidaklah seburuk yang mereka bayangkan. Usia penderita HIV/AIDS di sana terbilang beragam. Namun, mayoritas didominasi usia-usia produktif. Mantan tenaga medis Puskesmas Tamanan, Tulungagung, itu mengungkapkan, sebagai satu dari lima puskesmas pionir di Surabaya yang ditunjuk sebagai tempat layanan komprehensif bagi HIV/AIDS sejak 2007, pihaknya menyediakan laboratorium mini, tes konseling, hingga ruangan khusus pemeriksaan.

Beragam Efek Samping Terapi ARV


  • Kehilangan nafsu makan

  • Diare

  • Mudah lelah

  • Perubahan mood

  • Depresi

  • Gelisah

  • Mual dan muntah

  • Gangguan tidur

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore