Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 26 Juli 2023 | 03.07 WIB

Setelah Pandami Covid-19, Masyarakat Mulai Akrab dengan Telemedisin

President Director Alodokter  Suci Arumsari - Image

President Director Alodokter Suci Arumsari

JawaPos.com - Setiap orang memiliki potensi terserang penyakit. Baik karena penularan virus atau kondisi ketahanan tubuh yang menurun. Untuk mengenal penyakit dan mengobatinya, selama ini seseorang harus datang ke rumah sakit, puskesmas, atau klinik. Di sana pasien ditangani tenaga kesehatan atau dokter.

Kini seiring perkembangan zaman, di era digital upaya berobat tidak lagi mesti datang langsung ke dokter dari rumah sakit atau klinik. Pasien cukup memanfaatkan platform digital atau lebih dikenal dengan telemedisin. Metode ini merupakan pemeriksaan kesehatan jarak jauh lewat aplikasi antara dokter dengan pasien.

Co-founder Alodokter Suci Arumsari menuturkan, kehadiran layanan telemedisin untuk menjawab kekhwatiran masyarakat soal informasi dan layanan kesehatan yang sulit sebelum era 2000-an.

Situasi itu juga dialami Suci Arumsari. "Tahun 2013 saya mengalami kelumpuhan sementara. Pergerakan saya terhenti sementara. Saat itu nyari informasi itu (penyakit yang dialami) susahnya minta ampun," ujar Suci kepada JawaPos.com, Senin (24/7).

Dia sempat mencari-cari literatur tentang penyakit yang dialami di internet, tapi tidak ketemu. Kalau pun ada artikel-artikel kesehatan yang dapat diakses, kebenarannya masih jauh dari pengujian. "Kita gak tahu siapa yang bikin, siapa yang tanggung jawab kalau kita ikutin," imbuhnya.

President Director Alodokter Suci Arumsari

Hingga akhirnya Suci Arumsari merasa depresi. Dia tidak tahu apa yang sebenarnya dialami saat itu. Momentum itulah Suci merasa bahwa telemedisin jawabannya. Kini, telemedisin menggurita di Tanah Air belakangan ini.

"Akhirnya 2014 kita buat website-nya dulu. Kita memberitahukan artikel kesehatan. At least kita bisa tahu nih apa sebenarnya yang dirasakan, sakit bagaimana," jelasnya.

Suci Arumsari bercerita, awal pendirian Alodokter untuk mengedukasi masyarakat terkait langkah preventif terhadap potensi-potensi penyakit. Sayangnya mengedukasi masyarakat untuk akrab dengan telemedisin cukup merepotkan. Pasalnya, masyarakat masih meragukan konten-konten kesehatan yang berseliweran di internet. Kendala itu menurutnya menjadi tantangan bagi Alodokter.

"Challenge kita mengedukasi masyarakat soal telemedisin. Dulu kalau sakit maunya langsung ke dokter. Kita tidak tahu sakit apa, tahunya salah pilih dokter," ujarnya.

Telemedisin booming semenjak teknologi digital semakin berkembang. Bahkan ketika pandemi Covid-19 lalu telemedisin sangat membantu, karena pasien takut pergi ke rumah sakit dengan alasan physical distancing.

"Setelah Covid-19, prilaku masyarakat berubah. Masyarakat tetap menggunakan telemedisin. Alhamdulillah hingga sekarang kita terbukti memiliki 30 juta user aktif yang menggunakan alodokter," ungkap Suci.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore