
Ilustrasi
JawaPos.com - Perut terasa perih, bisa jadi gejala banyak penyakit. Apalagi rasa sakitnya tidak menunjukkan gejala khas. Itulah yang membuat penderita radang usus sering salah diagnosis. Karena tidak memiliki gejala yang khas, banyak penderitanya yang datang dalam kondisi terlambat.
Spesialis bedah dr Bambang Arianto SpB mengatakan, radang usus atau IBD tidak mempunyai gejala yang khas. Gejala yang paling sering dikeluhkan adalah diare dan sakit perut. Dan bila seseorang merasakan kedua hal tersebut, mereka sering mencoba mengobatinya sendiri. Mentok, pergi ke dokter umum. ’’Akhirnya semakin parah, sampai berat badannya berkurang, dan diare dan sakit perutnya tak kunjung sembuh, baru mereka menyadari ada yang salah dengan badannya,’’ ucap Bambang.
Untuk penyebab, penyakit ini masih idiopatik atau belum ditemukan penyebab pastinya. Tapi menurut Bambang, banyak ahli menyebutkan bahwa penyakit ini erat kaitannya dengan genetis dan faktor autoimun atau imun dari tubuh penderitanya sendiri yang bermasalah. Yang dimaksud faktor autoimun, system kekebalan tubuh seseorang bereaksi berlebihan terhadap bakteri normal dalam saluran pencernaan. Sehingga, sistem kekebalan tubuh bisa menyerang organ-organ dalam saluran pencernaan, hingga menyebabkan peradangan.
Bambang menegaskan, faktor gaya hidup seperti makanan dan stress tidak menyebabkan radang usus. Namun hal itu memperberat penyakit ini. ’’Seseorang yang stress, makan yang tidak mengandung banyak serat, merokok, dalam kondisi diet, itu masuk dalam faktor resiko penderita radang usus,’’ paparnya.
Meski penyebabnya belum diketahui pasti, namun pencegahan bisa dilakukan dengan cara menghindari faktor resiko. ’’Yang paling mudah, banyak makan yang mengandung serat, hal itu sangat membantu organ pencernaan,’’ terangnya. Tidak kalah penting, supaya masyarakat tidak meremehkan penyakit yang berhubungan dengan pencernaan. Sebab seperti radang usus ini, bila tidak diobati segera dan dengan benar, maka bisa berujung pada kanker kolon alias kanker usus besar. (ina/JPG)

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
