Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 5 Maret 2017 | 01.20 WIB

6 Indikasi Penderita Gagal Ginjal Wajib Cuci Darah

Photo - Image

Photo


JawaPos.com – Ginjal merupakan organ yang sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia. Fungsi ginjal antara lain menyaring sisa-sisa makanan yang tidak diperlukan oleh tubuh.


Ginjal juga mengatur kadar zat-zat dan jumlah cairan yang dibutuhkan oleh tubuh dan membantu pematangan sel darah merah.


Karena itu kerusakan atau gangguan fungsi ginjal akan berdampak buruk bagi kelangsungan hidup. Kerusakan paling parah di tahap akhir adalah Gagal Ginjal Terminal (GGT).


Pada kondisi ini seseorang harus menjalani hemodialisa atau cuci darah. Fungsi ginjal diganti oleh mesin. Caranya dengan mengalirkan darah pasien dengan menggunakan mesin ke dalam ginjal.


Tujuannya, akan membuang sisa produk metabolisme protein (zat-zat toksin) seperti urea, kreatinin, dan asam urat. Hemodialisa juga membuang kelebihan air atau cairan dalam tubuh.


Hal ini juga mempertahankan atau mengembalikan keseimbangan elektrolit dan keseimbangan asam basa tubuh. 


Dilansir dari Pusat Jantung Nasional RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Sabtu (4/3), ada enam indikasi seseorang harus menjalani cuci darah.


Indikator 1


Apabila seseorang dinyatakan mengalami gagal ginjal akut dan atau gagal ginjal kronik yang sudah tidak bisa diatasi dengan terapi konservatif (obat-obatan dan diet).


Indikator 2


Apabali seseorang gagal ginjal dengan ureum > 200 miligram%


Indikator 3


Saat seseorang mengalami kelebihan cairan dalam tubuh.


Indikator 4


Gangguan keseimbangan elektrolit (Hiperkalelmi : K>7 miligram/liter)

Editor: Imam Solehudin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore