
Seorang Terapis Lintah tengah menangani pasien.
JawaPos.com - Nurhayati, pemilik Pengobatan Alternatif Tongkat Minang yang menggunkan terapi lintah di Jalan Khatib Sulaiman No 8 A Kota Padang menyebutkan, terapi lintah ini memang menjijikan.
Kendati jijik dengan lintah, namun sebetulnya lintah membantu manusia. Di dalam air liur lintah mengandung 15 unsur zat aktif yakni putih telur hirudin bermanfaat untuk melancarkan peredaran darah serta menjadi antibiotik.
Dia memaparkan cara kerja terapi lintah dengan menempatkan lintah pada bagian tubuh yang sakit untuk diobati. Dengan menunggu kurang lebih 1, 5 jam atau sampai lintah jatuh sendiri dari bagian tubuh tersebut. Ini sebagai tanda bahwa lintah telah menyedot darah kotor yang menyebabkan sakit.
Teknik pengobatan ini, biasanya akan membutuhkan waktu paling cepat 3 hari lamanya tergantung respons tubuh pasiennya. Satu lintah alternatif dikenai biaya Rp 25 ribu dan lintah yang digunakan dari jenis lintah kerbau dengan ukurann sedang.
Untuk penanganan setiap penyakit berbeda-beda dengan lintah ini. Penyakit jantung, misalnya, membutuhkan 7 titik lintah. Sebanyak 2 pada bagian lidah, 3 dada, dan 2 bagian 2 punggung. “Setiap titik pada alternatif lintah sama dengan titik cup pada bekam,” terangnya seperti dilansir Padang Ekspres (Jawa Pos Group).
Dia mencontohkan pasiennya berusia 1 tahun 4 bulan menderita penyempitan pembuluh darah pada bagian saluran darah dekat pahanya. Pasien tersebut sempat menjalani operasi, tapi masih ada masalah juga.
Dokter yang menanganinya menganjurkan untuk melanjutkan dengan alternatif lintah. Setelah menjalani terapi lintah selama 3 kali pengobatan, esoknya ada perkembangan menunjukkan peredaran darahnya lancar.
“Saya juga pernah menangani pasien mengalami kanker pada perutnya. Di mana tumbuh daging besar sekepalan tangan orang dewasa. Awalnya, pasien tersebut telah menjalani terapi lintah selama 3 kali pertemuan. Tapi sayang, pasien tersebut memberhentikan pengobatan. Alasannya geli dan takut melihat lintah saat pengobatan berlangsung,” ujarnya.
Dengan terapi lintah berbagai penyakit dapat disembuhkan. Seperti menormalkan gula darah, menetralisir asam urat, mengempiskan bengkak, pengobatan jantung, stroke, meringankan rasa sakit pendarahan, dan segala jenis kanker dan tumor, kolestrol, diabetes, dan lainnya.
Pasien yang berobat ke tempatnya berasal dari Jakarta, Kerinci, Jambi, Muarobungo, dan Solok. ”Itu pasien telah mencoba berobat ke tempat pengobatan alternatif lainnya, tapi tak kunjung sembuh. Setelah berobat ke sini langsung berangsur pulih,” ujarnya.
Ada pula respons awal pasien yang menjalani terapi lintah akan merasakan gatal-gatal selama 2 hari. Setelah itu, akan kembali normal. Cara menyeimbangi supaya cepatnya berjalan pengobatan adalah mengonsumsi tomat, dan buah-buahan bisa menambahkan darah merah.
Ada beberapa orang yang tidak dianjurkan menjalani terapi lintah seperti wanita haid, hamil, dan tensi rendah. Untuk semua lintah digunakan untuk pengobatan altetnatif ini akan langsung dibuang atau dimusnahkan dengan memasukkan ke dalam botol dan ditaburi garam.
“Ini agar tidak disalahgunakan oleh orang lain. Karena lintah yang telah digunakan ini telah menyedot darah kotor yang di dalamnya terdapat penyakit,” ungkapnya. (cr24/iil/JPG)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
