Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 Agustus 2017 | 03.39 WIB

Rasa Sakit di Tulang Belakang Jangan Diabaikan

HATI-HATI: Pada usia produktif, penyebab paling banyak terjadinya cedera tulang belakang adalah kecelakaan atau terjatuh dari ketinggian. - Image

HATI-HATI: Pada usia produktif, penyebab paling banyak terjadinya cedera tulang belakang adalah kecelakaan atau terjatuh dari ketinggian.

JawaPos.com- Tulang belakang merupakan salah satu organ tubuh vital. Tulang belakang terdiri atas 33 ruas tulang, sendi, dan bantalan tulang yang berfungsi melindungi banyak saraf di dalamnya. Terjadinya trauma atau cedera di area itu tidak bisa dikesampingkan begitu saja.


Pada usia produktif, penyebab paling banyak terjadinya cedera tulang belakang adalah kecelakaan atau terjatuh dari ketinggian. Berbeda dengan usia lanjut, 50 tahun ke atas, penyebab utamanya adalah pengeroposan tulang. ’’Tanpa ada kejadian jatuh, bisa terjadi patahan pada tulang belakang,’’ terang dr Phedy SpOT.


Kelompok usia produktif belum terlalu khawatir ancaman pengeroposan tulang. Namun, kecelakaan kendaraan atau jatuh dari ketinggian membawa risiko terjadinya cedera pada tulang belakang. ’’Energi trauma besar sekali sampai mengakibatkan cedera,’’ ujarnya.


Dokter spesialis ortopedi dan traumatologi RS Siloam Kebon Jeruk, Jakarta, tersebut menerangkan, ada patahan tulang belakang yang stabil (ringan) dan tidak stabil (berat). Bila patahan stabil dan tidak bergerak, penanganannya cukup dilakukan dengan bed rest beberapa hari. Selain itu, mobilisasi mesti dilakukan bertahap. Pasien juga disarankan menggunakan korset secara rutin biasanya hingga 3 bulan. ’’Setelah itu, tulang bisa pulih kembali. Dalam kondisi stabil, tulang merupakan satu-satunya jaringan di tubuh yang dapat sembuh sempurna dengan sendirinya,’’ paparnya.


Namun, jika patahan tidak stabil atau diikuti gangguan fungsi saraf, diperlukan stabilisasi melalui operasi. Kondisi itu tergolong darurat sehingga tindakan harus segera dilakukan. Operasi dilakukan untuk pemasangan implan. Bila ada saraf yang terjepit akibat patahan tulang yang menekan saraf, sarafnya dibebaskan lebih dulu.


Kadang, ketika kecelakaan, tidak terlihat adanya luka luar. Pasien kemudian meremehkan. Menganggap kondisinya baik-baik saja. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan mendalam, baru ketahuan bahwa ada patahan pada tulang belakang. ’’Letak tulang belakang sangat dalam. Sering kali patahannya tertutup. Tidak seperti tulang betis, misalnya, saat ada patahan, bagian tulang yang patah tampak dari luar,’’ ungkap dr Phedy.


Jadi, ketika area tulang belakang terasa sakit meski tidak terlihat luka, sebaiknya pasien segera berkonsultasi dengan dokter. Kalau rasa sakit itu disertai kebas, kesemutan, dan terasa lemah dibanding biasanya, itulah tanda patahan mengenai saraf. Makin tinggi letak tulang belakang, fungsi sarafnya makin banyak.


Cedera pada tulang belakang area lumbal (pinggang) bisa mengakibatkan penurunan fungsi motorik dan sensorik kaki. Cedera pada tulang cervical (leher) berisiko mengakibatkan penurunan fungsi sensorik dan motorik pada kaki sekaligus tangan. ’’Risiko terberatnya adalah kelumpuhan. Ini yang paling dikhawatirkan,’’ tegasnya.


Kejadian trauma pada tulang belakang bisa dialami siapa saja. Namun, kelompok atau profesi tertentu berisiko lebih tinggi. Di antaranya, pembalap atau orang-orang yang bekerja di ketinggian. Misalnya, petugas listrik, pekerja di gedung bertingkat, tukang bangunan, atau tukang petik buah di perkebunan.


Penanganan yang tidak tepat dapat mengakibatkan derajat cedera makin berat. Misalnya, dipijat. Di dalam tulang, ada komponen saraf. Dokter Phedy mengingatkan, penyembuhan saraf amat kompleks. Begitu pula risikonya. ’’Jangan sampai saat tulang patah dan sebenarnya sarafnya bagus, sarafnya justru terdampak dan pasien mengalami kelumpuhan karena penanganan yang salah,’’ tuturnya.

Editor: Miftakhul F.S
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore