Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 24 Juni 2023 | 18.01 WIB

Mengenal Daun Semanggi Air, Tanaman Lokal yang Mampu Perbaiki kualitas Sperma

Prof. Dr Sri Rahayu (dua dari kiri).

JawaPos.com - Daun semanggi air mampu memperbaiki kualitas sperma melalui perannya sebagai antioksidan maupun antiinflamasi. Ihwal adanya hal ini dikatakan Pakar Biologi Reproduksi Molekuler Universitas Brawijaya (UB) Prof. Dr. Sri Rahayu.

"Keunggulan tanaman semanggi air, karena tidak ada eugenol yang bersifat toksik pada spermatozoa," kata Prof Sri Rahayu di Malang, Jawa Timur, dikutip dari Antara, Sabtu (24/6).

Selama ini, kata dia, di kalangan masyarakat dipercayai daun kemangi yang bisa meningkatkan kualitas sperma. Namun, berdasarkan penelitian yang ia lakukan pada dosis tertentu, kemangi dapat menurunkan kualitas sperma.

Prof. Sri Rahayu melakukan penelitian dengan judul "Potensi Daun Semanggi Air Sebagai Medical Plant for Improving Sperm Quality (MPISQ): Suatu Kajian Laboratorium.

Berdasarkan hasil penelitian yang ia lakukan, kemangi dapat meningkatkan parameter yang berkaitan dengan kualitas sperma, antara lain motilitas sperma (65 persen). Namun, pada dosis 200 mg/kg BB, kemangi menurunkan motilitas sperma.

Motilitas sperma adalah kemampuan sel sperma dalam air mani untuk bergerak dan berenang mencapai sel telur.

Sedangkan tanaman semanggi air yang sering digunakan masyarakat Indonesia untuk sayuran pecel memiliki potensi untuk digunakan sebagai MPISQ. Karena, setelah dicoba ke hewan coba di laboratorium, semanggi air bisa meningkatkan kualitas sperma melalui perannya sebagai antioksidan maupun antiinflamasi.

Tanaman lokal Indonesia yang banyak tumbuh di daerah rawa ini berdasarkan hasil analisis fitokimia, mengandung metabolit sekunder yang memiliki aktivitas antioksidan, antara lain quercetin, gallic acid, β-karoten, genistein, apigenin, daidzein, dan naringenin.

Berbeda dengan kemangi, semanggi air tidak bersifat toksik pada spermatozoa, sehingga dapat meningkatkan dan memperbaiki kualitas sperma. Selain itu, tanaman semanggi air ini juga tidak bersifat toksik pada hepar (hati) dan ginjal.

Baca Juga: BRIN Usul Penambahan Dana Abadi Penelitian Sebesar Rp5 Triliun

Namun, kelemahan penggunaan tanaman semanggi air sebagai MPISQ adalah belum terdapatnya kajian terhadap fungsi sel Leydig sebagai penghasil utama hormon-hormon reproduksi, yang berperan di dalam libido hewan coba.

"Oleh karena itu, saya berharap ada penelitian lanjutan yang menganalisis pengaruh tanaman semanggi air sebagai MPISQ terhadap kadar hormon reproduksi, analisa kualitas sperma melalui pendekatan DNA dan protein, dan fungsi sel Leydig," ujarnya.

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore