Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 8 Desember 2016 | 07.43 WIB

Tangani Pasien Kanker dengan Multidisiplin Medis

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Kualitas hidup pasien kanker akan meningkat seiring dengan dukungan penuh keluarga selama merawat mereka. Tak hanya penanganan medis, pasien kanker juga memerlukan dukungan kuat dari banyak pihak. Penanganan pasien kanker harus dilakukan oleh multidisiplin ilmu.



Rasa nyeri yang begitu hebat pasti dialami pasien kanker. Rasa ini membuat pasien putus asa dan tidak memiliki semangat untuk sembuh.



"Rasa nyeri pada pasien kanker sangat sakit, rata-rata mengeluh seperti dijepit kepiting. Seperti dijepit," kata kata Pakar Nyeri Klinik Nyeri dan Tulang Belakang Jakarta, Darto Satoto, Rabu (7/12).



Jika nyeri biasa, paracetamol diberikan sebagai obat anti nyeri. Namun jika nyerinya bertambah, maka pengobatan yang diberikan lebih berat.



"Nyeri kanker harus dilakukan multidisiplin. Bisa dokter bedah, spesialis penyakit dalam, onkologi, dan lainnya," jelas Darto.



Bukan hanya medis, tetapi pengobatan dengan pendekatan psikologi juga baik dilakukan. Tak sedikit pula rohaniawan melakukan pendekatan dan pengobatan pada pasien kanker untuk memberikan semangat. 



"Bisa juga dokter radiologi, kita lihat diagnosisnya. Psikiater juga dilibatkan. Paling penting adalah keluarga," katanya. 



Darto mencontohkan pada wanita usia 35-40 tahun paling rentan terkena kanker payudara. Jika ada benjolan, dia meminta para wanita pergi ke dokter.



"Hati-hati begitu ada benjolan, pergi ke dokter bedah onkologi. Jangan ditunda," tuturnya. (cr1/JPG)

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore