
Ilustrasi banjir
JawaPos.com - Akhir-akhir ini hujan memang sedang membasahi Indonesia, begitu pula dengan ibu kota DKI Jakarta. Beberapa wilayah Indonesia juga memiliki wilayah rawan banjir.
Biasanya jika kondisi tubuh sedang tidak fit, maka musim hujan dapat menjadi salah satu alasan penyakit itu mudah menyerang tubuh. Maka, setiap aktivitas bisa terhenti dan membuat semuanya berantakan.
Benarkah hujan dapat menyebabkan manusia terserang penyakit?
"Bisa saja kalau daya tahan tubuhnya menurun karena udara, perubahan cuaca. Kelembapannya juga semakin menurun kemudian dari sanitasinya kalau basah dan lembab kita tidak benar-benar bersih. Akan memudahkan penyebaran penyakit," ujar Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Mohamad Subuh kepada JawaPos.com, Rabu (13/12).
Subuh menyampaikan terlebih untuk wilayah yang rentan tergenang air dan didatangi banjir. Wilayah ini akan mudah sekali untuk menjadi sarang hidupnya nyamuk serta terkontaminasi dengan tikus-tikus penyebar penyakit. Bila tinggal dalam lingkungan tersebut, masyarakat akan mudah terkena penyakit seperti Leptospirosis. Penyakit ini ditularkan melalui urine atau darah binatang liar ataupun hewan piaraan seperti anjing, tikus, sapi, dan babi.
"Secara tidak langsung iya (hujan penyebab penyakit) kalau kita tidak bisa melakukan upaya bersih-bersih terhadap lingkungan maupun kebiasaan," kata Subuh.
Untuk penyakit yang paling dominan di kala hujan menurut Subuh adalah penyakit saluran pernafasan (ISPA), flu dan demam. Belum lagi ketika banjir, ada sampah yang tersumbat sehingga menyebabkan air tergenang. "Itu akan muncul semua penyakit yang potensial untuk mewabah. Ini akan muncul," tambahnya.
Menurutnya, menjaga kebersihan sanitasi pribadi dan lingkungan itu yang terpenting. Untuk penanganan individu, ia hanya mengimbau untuk setiap mau melakukan aktivitas makan atau minum dianjurkan untuk cuci tangan pakai sabun. Jika ingin melakukan aktivitas di luar ruangan yang berpolusi dianjurkan memakai masker dan rajin juga bersih-bersih rumah.
"Makanya yang penting bagaimana kita jaga lingkungan kita, menjaga kebiasaan kita. Kan Pemerintah sudah buat Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Cek kesehatan secara teratur, makan buah dan sayur, olahraga dan gerak badan," tutupnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
