
Pakar Kesehatan dari Departemen Keperawatan Jiwa FIK UI Prof. Dr. Budi Anna Keliat, S.Kp., M.App.Sc berinteraksi dengan para pasien rehabilitas penyakit jiwa berada di kamar jeruji besi di Rumah Sakit Marzoeki Mahdi, Bogor, Jawa Barat, Minggu (08/10)
JawaPos.com – Berbagai permasalahan di era modern saat ini seringkali membuat masyarakat stres hingga depresi. Tak hanya orang dewasa, stres bisa juga dihadapi anak-anak dan remaja.
Dalam momentum Hari Kesehatan Nasional beberapa bulan lalu, ajakan untuk bercerita atau berbagi (sharing) menjadi relevan untuk dilakukan oleh masyarakat untuk mengatasi tingkat stres yang dihadapi.
Hal itu agar stres tak berujung pada masalah kejiwaan.
Tema ini juga masih relevan diangkat menjadi momentum dalam Hari Kesehatan Jiwa yang diperingati setiap 10 Oktober. Jangan ada lagi kasus-kasus seseorang nekat lompat dari apartemen atau menghabisi nyawanya dengan bunuh diri, hanya karena tak ada tempat curhat.
Sehat jiwa tentu akan mendukung kesehatan fisik pula. Era media sosial saat ini bahkan membuat seseorang lebih sedikit berinteraksi sosial dan lebih suka curhat pada dunia maya.
“Banyak kasus bunuh diri, seseorang mengalami depresi, tak punya harapan, pilihannya bunuh diri menjadi kasus yang banyak terjadi. Padahal cara paling mudah, ayo curhat. Let’s Talk. Curhatlah pada seseorang yang dekat dan dipercaya,” tegas Pakar Kesehatan dari Departemen Keperawatan Jiwa Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI), Prof. Dr. Budi Anna Keliat, S.Kp., M.App.Sc. saat berbincang dengan JawaPos.com di Rumah Sakit Marzoeki Mahdi, Bogor.
Budi, profesor yang sudah berkarir di rumah sakit selama 40 tahun itu mengungkapkan, era teknologi informasi membuat masyarakat dan dunia sosialnya semakin renggang.
Bahkan antarteman untuk berkomunikasi berdekatan saja dilakukan melalui media sosial atau aplikasi. Padahal pertemuan tatap muka jauh lebih membantu untuk membuat seseorang berinteraksi.
“Media sosial membuat tatap muka dengan sosial berkurang, tak ada lagi teman curhat atau sahabat. Kondisi tiap orang kini makin sibuk dengan gadget. Dalam momentum Hari Kesehatan Jiwa generasi sekarang harus dibiasakan bercerita,” ujar Budi.
Budi mencontohkan cara-cara sederhana dari nenek kepada cucunya atau dari orang tua kepada anaknya, cukup dengan meminta anak-anak bercerita usai pulang sekolah.
Sehingga saat anak nyaman pulang ke rumah, bertatap muka bercerita dengan orang tua, maka anak akan menganggap rumah tempat yang nyaman.
“Suruh anak dan cucu kita untuk membaca, dan telling story, bercerita. Pulang dari sekolah apa hal yang menyenangkan. Jangan sekadar suruh kerjakan PR, tetapi minta mereka ceritakan apa yang sudah dialami di sekolah, sehingga orang tua dianggap sebagai sahabat,’ kata Budi.
Lalu sejak kapan seseorang harus diajarkan bercerita? Budi menjelaskan hal itu harus dilakukan sejak dini bahkan sejak dalam kandungan.
Budi mengungkapkan dalam kaitannya dengan Hari Kesehatan Jiwa, tentu hal itu akan dipengaruhi dengan perkembangan psikologis dan tumbuh kembang serta pola asuh terhadap anak.
“Karena itu, tak ada orang lahir dengan gangguan jiwa. Semuanya ada kaitannya dengan perkembangan psikologis dan perkembangan sosial. Bagaimana anak belajar duduk, berdiri, berjalan. Lalu pola asuh atau pola didik orang tua justru memarahi bukan mensupport, hal itu mempengaruhi kesehatan jiwa seseorang,” tegas Budi.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
