Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 8 September 2017 | 10.00 WIB

Apa Anak ADHD perlu Diobati?

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Perilaku anak-anak sering mencuri perhatian. Apalagi bila seorang anak tersebut tidak bisa diam. Artinya, para orang tua harus memastikan bahwa anaknya bukan pengidap ADHD (Attention deficit hyperactivity disorder).


Spesialis Kejiwaan dr Nining Febriana SpKJ mengungkapkan, tiga gejala yang ada pada ADHD yakni, hiperaktif atau tidak bisa diam. Bahkan ketika duduk, bisa kaki atau tangannya yang bergerak. Kedua adalah impulsif atau tindakan refleks tanpa dipikirkan seperti tiba-tiba memukul temannya. Ketiga adalah in-attensi atau susah konsentrasi. ’’Sayangnya masih ada orang yang beranggapan hiperaktif itu wajar,’’ sambung dokter RSUD dr Soetomo tersebut.


Hal tersebut, menurut Nining dikarenakan para orang tua mempunyai persepsi bahwa perilaku semacam itu akan hilang dengan sendirinya. Padahal belum tentu dan berlanjut atau tidak memang tidak bisa diprediksi.


Pola yang terjadi, bila para orang tidak mengetahui bahwa anaknya mempunyai ADHD, kemudian terjadi pembiaran sampai dewasa. Akibatnya, remaja yang lekas menjadi dewasa tersebut cenderung impulsif. Misalnya suka berganti pekerjaan, teman dll. Hal itu buruk untuk jenjang karirnya.


Nining mengaku, sekarang dirinya banyak mendapati anak ADHD berobat ke Poli Jiwa saat kelas satu sampai empat SD. Saat itu, anak-anak tersebut sudah mempunyai masalah dengan nilai sekolah, bahkan ada yang tidak naik sekolah. ’’Orang tuanya sampai bingung, kenapa anaknya dikeluarkan,’’ ucap dia. (*)


Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore