Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 26 Agustus 2026 | 01.17 WIB

Kenali dari Kebiasaannya, 7 Tanda Perempuan Masih Belum Dewasa Secara Emosional

ciri kebiasaan perempuan belum dewasa secara emosional menurut psikologi. - Image

ciri kebiasaan perempuan belum dewasa secara emosional menurut psikologi.

JawaPos.com – Kedewasaan seseorang tidak selalu dapat diukur dari usia. Dalam kehidupan sehari-hari, kematangan emosional justru dapat terlihat dari bagaimana seseorang menghadapi masalah, menerima kritik, mengelola perasaan, serta bertanggung jawab atas pilihan yang dibuat.

Perempuan maupun laki-laki sama-sama dapat mengalami kesulitan dalam mengelola emosi. Karena itu, ciri-ciri berikut sebaiknya tidak digunakan untuk memberikan label kepada seseorang, melainkan sebagai bahan introspeksi terhadap pola perilaku yang mungkin masih perlu diperbaiki.

Kematangan emosional juga bukan sesuatu yang terbentuk dalam waktu singkat. Kemampuan tersebut dapat berkembang melalui pengalaman, kesadaran diri, dan kemauan untuk belajar menghadapi berbagai situasi.

Dilansir dari Geediting.com, terdapat sejumlah kebiasaan yang dapat dikaitkan dengan rendahnya kematangan emosional seseorang. Berikut di antaranya.

1. Mudah memberikan reaksi berlebihan

Salah satu tanda yang dapat diperhatikan adalah cara seseorang merespons masalah. Individu yang masih kesulitan mengelola emosi terkadang memberikan reaksi yang jauh lebih besar dibandingkan persoalan yang dihadapi.

Perbedaan pendapat kecil, misalnya, dapat memicu kemarahan atau kekecewaan yang berlebihan. Mereka juga mungkin kesulitan menenangkan diri setelah menghadapi situasi yang tidak sesuai dengan keinginan.

Kemampuan mengenali emosi sebelum memberikan respons menjadi bagian penting dalam proses pendewasaan emosional. Dengan memahami apa yang dirasakan, seseorang memiliki kesempatan untuk memilih tindakan yang lebih tepat.

2. Tidak nyaman ketika menerima kritik

Kritik atau masukan tidak selalu mudah diterima, terutama jika menyentuh kekurangan pribadi. Namun, seseorang yang semakin matang secara emosional biasanya mampu membedakan antara kritik yang membangun dan serangan pribadi.

Sebaliknya, orang yang belum siap secara emosional mungkin langsung bersikap defensif ketika mendapat koreksi. Mereka dapat merasa disudutkan, membantah, atau bahkan balik menyerang orang yang memberikan masukan.

Padahal, kritik yang disampaikan secara tepat dapat menjadi bahan evaluasi. Kemampuan menerima masukan menunjukkan adanya keterbukaan untuk belajar dan memperbaiki diri.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore