Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 27 Juli 2026 | 03.30 WIB

Ingin Hubungan Lebih Sehat? Hindari 6 Kesalahan Pria Ini Menurut Stoikisme

Ilustrasi kesalahan fatal pria (azerbaijan_stockers/Freepik) - Image

Ilustrasi kesalahan fatal pria (azerbaijan_stockers/Freepik)

JawaPos.com – Menjalin hubungan yang sehat tidak hanya bergantung pada perhatian kepada pasangan, tetapi juga pada kemampuan seseorang menjaga harga diri, batasan pribadi, dan kestabilan emosinya. Dalam banyak situasi, tantangan terbesar justru datang dari kebiasaan dan pola pikir yang tanpa disadari melemahkan kepercayaan diri.

Sejumlah perilaku, seperti terlalu bergantung pada pengakuan orang lain, mengabaikan prinsip hidup, atau bereaksi berlebihan terhadap masalah, dapat memengaruhi kualitas hubungan sekaligus mengurangi rasa hormat terhadap diri sendiri. Kebiasaan tersebut juga berpotensi mengubah cara pasangan memandang seseorang.

Filsafat Stoikisme menekankan pentingnya pengendalian diri, keteguhan pada nilai-nilai pribadi, serta kemampuan bersikap tenang saat menghadapi berbagai keadaan. Dalam pandangan ini, kekuatan sejati lahir dari cara seseorang mengelola dirinya sendiri, bukan dari upaya mengendalikan orang lain.

Dirangkum dari kanal YouTube Kekuasaan Stoik, berikut enam kesalahan yang sebaiknya dihindari agar pria dapat membangun hubungan yang lebih sehat sekaligus mempertahankan harga diri dan kedewasaan emosional.

1. Membiarkan Emosi Menguasai Diri

Salah satu kesalahan paling umum yang merusak citra pria adalah membiarkan emosi mengambil alih kendali. 

Ketika pria marah karena pesan tidak dibalas, cemburu berlebihan, atau kehilangan kontrol saat merasa terancam, mereka tidak terlihat kuat melainkan lemah. 

Wanita tidak tertarik pada pria yang emosinya meledak-ledak, karena instabilitas adalah tanda ketidakmatangan.

Stoikisme mengajarkan bahwa reaksi terhadap peristiwa lebih penting daripada peristiwanya itu sendiri. 

Dengan menguasai emosi, Anda tidak hanya terlihat lebih dewasa, tapi juga menunjukkan bahwa Anda tidak mudah dikendalikan oleh keadaan. Ketenangan adalah kekuatan.

Cara melatih ketenangan meliputi: berhenti sejenak sebelum bereaksi, memisahkan fakta dari asumsi, berpikir dalam jangka panjang, dan membayangkan skenario terburuk dengan kesiapan mental. 

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore