Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 24 Juli 2026 | 22.22 WIB

Jika Anda Merasa Hidup Terasa Lebih Sulit, Cobalah 6 Cara Membangun Kesadaran Ini yang Membuat Segalanya Lebih Baik Menurut Psikologi

seseorang yang merasa hidup terasa sulit / foto: Magnific/stefamerpik

 

JawaPos.com - Pernahkah Anda merasa hidup seolah berjalan lebih berat daripada biasanya? Bangun pagi terasa melelahkan, pekerjaan menumpuk, masalah datang silih berganti, sementara pikiran dipenuhi kekhawatiran yang seolah tidak ada habisnya. Di saat seperti itu, banyak orang berpikir bahwa hidup mereka memang sedang buruk. Namun, psikologi menunjukkan bahwa sering kali yang membuat hidup terasa semakin sulit bukan hanya situasinya, melainkan cara kita memandang dan merespons keadaan tersebut.
 
Bukan berarti semua masalah hanya ada di dalam pikiran. Kesulitan hidup memang nyata. Akan tetapi, penelitian dalam bidang psikologi menunjukkan bahwa kesadaran atau self-awareness dapat membantu seseorang menghadapi tekanan dengan lebih tenang, lebih rasional, dan lebih tangguh. Kesadaran ini bukan sekadar berpikir positif, melainkan memahami diri sendiri dan menerima kenyataan dengan cara yang lebih sehat.

Dilansir dari Psychology Today pada Jumat (24/7), jika akhir-akhir ini Anda merasa hidup terasa lebih berat, berikut enam bentuk kesadaran yang dapat membantu membuat segalanya terasa lebih baik menurut psikologi.

1. Sadari Bahwa Tidak Semua Pikiran Anda Adalah Fakta

Salah satu kesalahan paling umum yang dilakukan manusia adalah mempercayai setiap pikiran yang muncul di dalam kepala.

Ketika mengalami kegagalan, misalnya, seseorang mungkin langsung berpikir, "Aku memang tidak berbakat." Saat ditolak orang lain, muncul pikiran, "Tidak ada yang menyukaiku."

Padahal, psikologi kognitif menjelaskan bahwa pikiran sering kali dipengaruhi oleh emosi, pengalaman masa lalu, dan berbagai bias. Artinya, apa yang Anda pikirkan belum tentu mencerminkan kenyataan.

Kesadaran pertama yang perlu dibangun adalah belajar membedakan antara fakta dan interpretasi.

Sebagai contoh:

Fakta: Presentasi Anda mendapat kritik.
Interpretasi: Saya gagal total dan tidak kompeten.

Keduanya sangat berbeda.

Saat Anda mulai mempertanyakan pikiran negatif sebelum mempercayainya, beban emosional biasanya ikut berkurang. Inilah yang menjadi dasar dalam Cognitive Behavioral Therapy (CBT), salah satu pendekatan psikologi yang paling banyak digunakan untuk mengatasi kecemasan dan depresi.

2. Terima Bahwa Anda Tidak Bisa Mengendalikan Segalanya

Banyak stres muncul karena kita berusaha mengendalikan sesuatu yang sebenarnya berada di luar kendali.

Misalnya:

Pendapat orang lain.
Keputusan perusahaan.
Kondisi ekonomi.
Masa lalu.
Cuaca.
Tindakan orang lain.

Semakin keras kita mencoba mengontrol hal-hal tersebut, semakin besar rasa frustrasi yang muncul.

Sebaliknya, psikologi menyarankan untuk memusatkan energi pada apa yang benar-benar dapat dikendalikan, seperti:

Cara Anda bereaksi.
Pilihan yang Anda ambil.
Kebiasaan sehari-hari.
Cara berbicara kepada diri sendiri.
Upaya yang Anda lakukan.

Kesadaran ini membantu mengurangi kecemasan karena perhatian tidak lagi terpecah pada hal-hal yang berada di luar kemampuan kita.

3. Sadari Bahwa Perasaan Bersifat Sementara

Saat sedang sedih, cemas, atau kecewa, sering kali kita merasa emosi tersebut akan bertahan selamanya.

Padahal, dalam psikologi emosi dijelaskan bahwa perasaan memiliki sifat sementara. Emosi datang, mencapai puncaknya, kemudian perlahan menurun jika tidak terus dipelihara oleh pikiran negatif.

Kesadaran ini sangat penting.

Alih-alih berkata:

"Aku akan terus merasa seperti ini."

Cobalah mengatakan:

"Saat ini aku sedang merasa sedih."

Perubahan kalimat yang sederhana tersebut membantu otak melihat bahwa emosi adalah pengalaman yang sedang terjadi, bukan identitas diri.

Semakin kita menerima keberadaan emosi tanpa melawannya, semakin cepat biasanya emosi tersebut mereda.

4. Berhenti Membandingkan Hidup dengan Orang Lain

Di era media sosial, sangat mudah merasa hidup sendiri tertinggal.

Kita melihat orang lain:

Mendapat promosi.
Menikah.
Membeli rumah.
Berlibur ke luar negeri.
Membangun bisnis yang sukses.

Sementara itu, kita mungkin masih berjuang menyelesaikan masalah sehari-hari.

Psikologi sosial menyebut fenomena ini sebagai social comparison. Membandingkan diri secara terus-menerus dapat menurunkan rasa percaya diri dan meningkatkan stres.

Yang sering kita lupakan adalah kita hanya melihat bagian terbaik dari kehidupan orang lain, bukan perjuangan mereka.

Kesadaran yang perlu dibangun adalah bahwa setiap orang memiliki garis waktu, tantangan, dan definisi sukses yang berbeda.

Kemajuan kecil yang Anda capai hari ini tetap memiliki nilai, meskipun tidak terlihat spektakuler dibandingkan pencapaian orang lain.

5. Ingat Bahwa Anda Tidak Harus Sempurna untuk Berharga

Banyak orang tumbuh dengan keyakinan bahwa mereka harus selalu berhasil agar layak dihargai.

Akibatnya, setiap kesalahan terasa seperti kegagalan besar.

Psikologi justru menunjukkan bahwa menerima ketidaksempurnaan merupakan bagian penting dari kesehatan mental. Konsep self-compassion atau belas kasih kepada diri sendiri mengajarkan bahwa setiap manusia pasti pernah gagal, melakukan kesalahan, dan mengalami masa sulit.

Daripada terus mengkritik diri sendiri, cobalah berbicara kepada diri sebagaimana Anda berbicara kepada sahabat yang sedang mengalami masalah.

Misalnya, ubah:

"Aku bodoh sekali."

Menjadi:

"Aku memang melakukan kesalahan, tetapi aku bisa belajar darinya."

Pendekatan ini terbukti membantu meningkatkan ketahanan mental, mengurangi kecemasan, dan memperkuat motivasi jangka panjang.

6. Sadari Bahwa Perubahan Besar Berasal dari Langkah Kecil

Saat hidup terasa berantakan, kita sering ingin mengubah semuanya sekaligus.

Mulai olahraga setiap hari.
Bangun pukul lima pagi.
Mengubah pola makan.
Belajar keterampilan baru.
Membaca banyak buku.

Sayangnya, target yang terlalu besar justru sering membuat kita menyerah.

Psikologi perilaku menunjukkan bahwa perubahan yang konsisten dalam skala kecil jauh lebih efektif dibandingkan perubahan besar yang hanya bertahan beberapa hari.

Misalnya:

Berjalan kaki selama 10 menit.
Membaca dua halaman buku.
Menulis tiga hal yang disyukuri.
Mematikan ponsel 30 menit sebelum tidur.
Minum air putih lebih banyak.

Kebiasaan sederhana tersebut mungkin terlihat sepele, tetapi jika dilakukan secara konsisten, dampaknya dapat mengubah kualitas hidup dalam jangka panjang.

Mengapa Kesadaran Dapat Membuat Hidup Terasa Lebih Ringan?

Kesadaran bukan berarti menghilangkan semua masalah. Tidak ada cara instan yang dapat membuat hidup selalu mudah.

Namun, kesadaran membantu kita melihat situasi dengan lebih jernih. Ketika seseorang memahami bahwa pikirannya bukan selalu fakta, menerima hal-hal yang tidak bisa dikendalikan, berhenti membandingkan diri, serta belajar memperlakukan dirinya dengan lebih baik, beban mental yang selama ini terasa begitu berat perlahan mulai berkurang.

Dalam psikologi, kemampuan ini berkaitan dengan resiliensi atau daya lenting, yaitu kemampuan seseorang untuk bangkit setelah menghadapi tekanan dan kesulitan.

Orang yang memiliki resiliensi bukanlah mereka yang tidak pernah mengalami masalah. Mereka hanyalah orang-orang yang memiliki cara berpikir dan cara merespons kehidupan dengan lebih sehat.

Penutup

Hidup memang tidak selalu berjalan sesuai rencana. Akan ada masa ketika semuanya terasa berat, membingungkan, bahkan melelahkan. Namun, di tengah situasi tersebut, kita masih memiliki satu hal yang dapat kita kendalikan, yaitu cara kita memahami diri sendiri.

Enam kesadaran di atas mungkin tidak menghapus semua persoalan dalam semalam. Akan tetapi, jika diterapkan secara perlahan dan konsisten, kesadaran tersebut dapat membantu Anda menjalani hidup dengan lebih tenang, lebih bijaksana, dan lebih kuat menghadapi berbagai tantangan.

Pada akhirnya, kehidupan yang lebih baik sering kali tidak dimulai dari perubahan besar di luar diri, melainkan dari perubahan cara kita melihat, menerima, dan merespons apa yang sedang terjadi di dalam diri sendiri.***

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore