Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 21 Juli 2026 | 22.47 WIB

Tumbuh dalam Banyak Aturan, Ini 8 Ciri Kepribadian yang Mungkin Dimiliki Seseorang

Kepribadian orang yang dididik oleh orang tua suka mengontrol menurut psikologi. (Freepik/ bearfotos) - Image

Kepribadian orang yang dididik oleh orang tua suka mengontrol menurut psikologi. (Freepik/ bearfotos)

JawaPos.com - Pola asuh orang tua memiliki peran besar dalam membentuk cara seseorang berpikir, bersikap, dan menghadapi berbagai situasi dalam kehidupan. Salah satu pola pengasuhan yang dapat memberikan pengaruh kuat adalah gaya mendidik yang cenderung mengatur dan mengontrol hampir setiap keputusan anak.

Menurut psikologi, individu yang tumbuh dalam lingkungan dengan pengawasan berlebihan dapat mengembangkan karakter tertentu yang terbawa hingga usia dewasa. Pengalaman masa kecil tersebut dapat memengaruhi cara mereka membangun hubungan, mengambil keputusan, hingga melihat kemampuan diri sendiri.

Setiap orang tentu memiliki pengalaman dan respons yang berbeda terhadap pola asuh yang diterimanya. Namun, terdapat beberapa ciri kepribadian yang sering dikaitkan dengan seseorang yang dibesarkan oleh orang tua dengan kecenderungan kontrol tinggi.

Dilansir dari geediting.com, berikut delapan ciri kepribadian yang kerap ditemukan pada orang yang tumbuh dengan pola asuh orang tua yang suka mengontrol menurut psikologi.

1. Kewaspadaan berlebih

Hidup di bawah bayang-bayang orangtua yang mengontrol ketat menciptakan kebiasaan selalu waspada yang melekat hingga dewasa. Mereka yang tumbuh dalam lingkungan seperti ini cenderung mengembangkan kepekaan sensorik yang sangat tinggi, seolah-olah radar bahaya mereka selalu aktif setiap saat.

Bahkan dalam situasi yang sebenarnya aman dan terkendali, mereka tetap merasa perlu memindai lingkungan sekitar untuk mengantisipasi ancaman yang mungkin muncul. Mekanisme pertahanan diri ini, meski dulunya berguna sebagai strategi bertahan hidup semasa kecil, kini justru dapat menimbulkan stres berlebihan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

2. Kesulitan membangun kepercayaan

Pengalaman masa kecil dengan orangtua yang sering mengingkari janji dan menciptakan ketidakpastian membuat mereka sangat berhati-hati dalam mempercayai orang lain. Meski seseorang telah berulang kali membuktikan diri dapat diandalkan, trauma masa lalu tetap membuat mereka sulit membuka diri sepenuhnya.

Rasa was-was ini sering mengganggu dalam membangun hubungan personal maupun profesional yang sehat. Butuh waktu dan proses panjang bagi mereka untuk belajar kembali membangun kepercayaan dengan orang lain.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore