Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 20 Juli 2026 | 19.32 WIB

Tidak Ikut Demam Sepak Bola? Menurut Psikologi, Kamu Mungkin Memiliki 5 Ciri Kepribadian Ini

Ilustrasi seseorang yang tak ikut demam sepak bola / Foto: (Magnific/stoccking) - Image

Ilustrasi seseorang yang tak ikut demam sepak bola / Foto: (Magnific/stoccking)

JawaPos.com — Di saat jutaan orang rela mengatur ulang jadwal, begadang, dan menghabiskan waktu berjam-jam demi menyaksikan pertandingan sepak bola, ada sebagian orang yang tetap menjalani hari seperti biasa. 

Ketika media sosial dipenuhi prediksi skor, perdebatan pemain, hingga reaksi emosional setelah pertandingan, mereka justru tidak merasa tertarik untuk ikut merasakan euforianya.

Bagi sebagian orang, sikap tersebut mungkin terlihat berbeda. Mereka yang tidak mengikuti sepak bola sering dianggap kurang antusias, tidak mengikuti tren, atau bahkan sulit memahami mengapa sebuah pertandingan bisa begitu memengaruhi emosi banyak orang.

Namun, menurut psikologi, tidak ikut demam sepak bola bukan berarti seseorang tidak memiliki rasa kebersamaan atau kurang mampu menikmati sesuatu. Perbedaan ketertarikan terhadap olahraga berkaitan dengan cara seseorang membangun identitas dan menentukan hal-hal yang dianggap bermakna dalam hidupnya.

Dilansir dari Psychology Simplified melalui YouTube, Senin (20/7), psikologi menjelaskan bahwa tingkat keterikatan seseorang terhadap sepak bola berbeda-beda. Berikut lima ciri kepribadian orang yang tidak ikut demam sepak bola menurut psikologi:

1. Tidak Mudah Terbawa Arus dan Tekanan Sosial

Salah satu karakter orang yang tidak ikut demam sepak bola adalah kecenderungan untuk tidak mudah mengikuti sesuatu hanya karena sedang populer. 

Ketika banyak orang membicarakan pertandingan tertentu, mereka tetap mampu menentukan sendiri apakah hal tersebut menarik bagi dirinya atau tidak.

Bukan berarti mereka menolak kebersamaan, tetapi mereka tidak merasa harus menyukai sesuatu hanya agar dianggap “masuk” dalam kelompok tertentu. Mereka cenderung memiliki standar pribadi dalam memilih hal yang ingin mereka ikuti.

Dalam psikologi, hal ini berkaitan dengan cara seseorang membangun preferensi dan identitas diri. Mereka lebih mengandalkan ketertarikan pribadi dibandingkan dorongan dari lingkungan sekitar.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore