Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 10 Juli 2026 | 20.53 WIB

7 Kebiasaan Kecil Orang-Orang yang Membuat Semua Orang di Sekitar Mereka Merasa Nyaman Menurut Psikologi

seseorang yang membuat orang di sekitar nyaman / foto: Magnific/rosecreative13

 

JawaPos.com - Tidak semua orang yang disukai banyak orang memiliki kepribadian yang paling menarik atau kemampuan berbicara yang luar biasa. Faktanya, menurut berbagai penelitian psikologi sosial, rasa nyaman lebih sering muncul dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten dibandingkan dari penampilan atau karisma semata.

Pernahkah Anda bertemu seseorang yang kehadirannya membuat suasana menjadi lebih tenang? Berbicara dengannya terasa mudah, tanpa rasa canggung atau takut dihakimi. Orang seperti ini biasanya memiliki serangkaian kebiasaan sederhana yang mungkin terlihat sepele, tetapi memberikan dampak besar terhadap hubungan sosial.

Dilansir dari Hack Spirit pada Jumat (10/7), terdapat tujuh kebiasaan kecil yang dimiliki orang-orang yang mampu membuat siapa pun merasa nyaman berada di dekat mereka.

1. Mereka Mendengarkan untuk Memahami, Bukan Sekadar Menunggu Giliran Bicara

Salah satu kebutuhan psikologis terbesar manusia adalah merasa didengar. Sayangnya, banyak percakapan berubah menjadi ajang saling menunggu kesempatan untuk berbicara.

Orang yang membuat orang lain nyaman justru melakukan hal sebaliknya. Mereka memberikan perhatian penuh ketika lawan bicara sedang berbicara. Tatapan mata tetap terjaga, bahasa tubuh menunjukkan ketertarikan, dan mereka tidak terburu-buru memotong pembicaraan.

Psikologi menyebut keterampilan ini sebagai active listening atau mendengarkan secara aktif. Ketika seseorang merasa didengarkan, otaknya akan menilai interaksi tersebut sebagai pengalaman yang aman dan menyenangkan.

Mereka juga sering mengajukan pertanyaan lanjutan seperti:

"Lalu apa yang terjadi setelah itu?"
"Bagaimana perasaanmu waktu itu?"
"Apa yang akhirnya kamu lakukan?"

Pertanyaan sederhana seperti ini menunjukkan bahwa mereka benar-benar peduli.

2. Mereka Tidak Mudah Menghakimi

Tidak ada yang lebih membuat seseorang menutup diri selain merasa dihakimi.

Orang-orang yang menghadirkan rasa nyaman biasanya mampu menahan diri untuk tidak langsung memberi label, kritik, atau nasihat yang tidak diminta. Mereka memahami bahwa setiap orang memiliki latar belakang dan pengalaman hidup yang berbeda.

Dalam psikologi humanistik, sikap ini dikenal sebagai unconditional positive regard, yaitu menerima orang lain tanpa langsung menghakimi siapa dirinya.

Bukan berarti mereka selalu setuju dengan semua tindakan orang lain. Namun, mereka memilih memahami sebelum menilai.

Akibatnya, orang lain merasa aman untuk menjadi diri sendiri tanpa takut dipermalukan.

3. Mereka Tersenyum dengan Tulus

Senyuman adalah salah satu bentuk komunikasi nonverbal paling kuat.

Penelitian menunjukkan bahwa senyum yang tulus dapat menurunkan ketegangan sosial dan meningkatkan rasa percaya. Bahkan, melihat seseorang tersenyum dapat memicu respons positif di otak melalui mekanisme mirror neurons, yaitu kecenderungan manusia meniru ekspresi emosional orang lain.

Orang yang membuat suasana menjadi nyaman biasanya tidak memaksakan senyum berlebihan.

Sebaliknya, mereka menunjukkan ekspresi hangat yang alami sehingga orang lain merasa diterima.

Senyuman kecil saat menyapa, mengangguk ketika mendengarkan, atau mengucapkan terima kasih sering kali jauh lebih berkesan daripada kata-kata yang panjang.

4. Mereka Mengingat Hal-Hal Kecil Tentang Orang Lain

Pernahkah seseorang mengingat nama Anda, makanan favorit Anda, atau bertanya tentang wawancara kerja yang pernah Anda ceritakan beberapa minggu lalu?

Hal kecil seperti itu memberikan kesan bahwa Anda dianggap penting.

Dalam psikologi hubungan interpersonal, perhatian terhadap detail pribadi dapat meningkatkan kedekatan emosional karena menunjukkan adanya perhatian dan empati.

Orang-orang yang hangat sering melakukan hal-hal sederhana seperti:

Mengingat nama orang.
Mengingat ulang tahun.
Menanyakan kabar keluarga.
Mengingat proyek atau tujuan yang pernah diceritakan.

Mereka tidak melakukannya untuk mencari pujian, tetapi karena benar-benar memperhatikan.

5. Mereka Membuat Orang Lain Merasa Setara

Orang yang nyaman diajak berinteraksi tidak merasa perlu menunjukkan bahwa dirinya lebih pintar, lebih kaya, atau lebih sukses.

Sebaliknya, mereka berbicara dengan siapa pun menggunakan rasa hormat yang sama, baik kepada atasan, rekan kerja, maupun pelayan restoran.

Psikologi sosial menunjukkan bahwa manusia lebih mudah membangun kepercayaan dengan orang yang menunjukkan kerendahan hati dan menghargai orang lain sebagai individu yang setara.

Mereka tidak mendominasi percakapan.

Mereka juga tidak terus-menerus mengarahkan pembicaraan kembali kepada dirinya sendiri.

Fokus mereka adalah menciptakan hubungan, bukan memenangkan perhatian.

6. Mereka Konsisten antara Ucapan dan Tindakan

Rasa nyaman muncul ketika seseorang terasa dapat diprediksi.

Jika seseorang sering berkata manis tetapi bertindak sebaliknya, otak akan menganggap hubungan tersebut tidak aman.

Sebaliknya, orang yang dipercaya biasanya memiliki konsistensi tinggi.

Jika mereka berjanji akan menelepon, mereka melakukannya.

Jika mereka mengatakan akan datang pukul tujuh, mereka berusaha datang tepat waktu.

Konsistensi seperti ini membangun kepercayaan secara perlahan. Dalam psikologi, kepercayaan merupakan fondasi utama hubungan yang sehat.

Orang lain akhirnya merasa tidak perlu terus-menerus menebak apa yang sebenarnya dipikirkan atau dilakukan oleh mereka.

7. Mereka Membuat Orang Lain Merasa Dihargai

Pada akhirnya, orang tidak selalu mengingat apa yang Anda katakan.

Namun, mereka akan mengingat bagaimana perasaan mereka setelah berbicara dengan Anda.

Orang yang membuat semua orang nyaman memiliki kebiasaan sederhana untuk memberikan penghargaan kepada orang lain.

Mereka mengucapkan terima kasih.

Mereka memberikan pujian yang tulus.

Mereka mengakui usaha orang lain, bahkan untuk hal-hal kecil.

Psikologi positif menunjukkan bahwa apresiasi yang tulus meningkatkan rasa memiliki, harga diri, dan kualitas hubungan interpersonal.

Yang menarik, kebiasaan ini tidak memerlukan biaya sama sekali. Hanya membutuhkan perhatian dan niat baik.

Mengapa Kebiasaan-Kebiasaan Kecil Ini Sangat Berpengaruh?

Otak manusia secara alami terus menilai apakah suatu lingkungan aman atau mengancam. Penilaian ini terjadi bahkan dalam interaksi sehari-hari.

Ketika seseorang menunjukkan empati, mendengarkan dengan baik, tidak menghakimi, serta bersikap konsisten, otak lawan bicara menangkap sinyal bahwa mereka berada dalam situasi yang aman. Akibatnya, mereka menjadi lebih rileks, lebih terbuka, dan lebih mudah membangun hubungan yang positif.

Sebaliknya, sikap yang meremehkan, terlalu banyak mengkritik, atau hanya fokus pada diri sendiri dapat memicu rasa tidak nyaman, meskipun tidak disampaikan secara terang-terangan.

Penutup

Membuat orang lain merasa nyaman bukanlah bakat yang hanya dimiliki segelintir orang. Kemampuan ini terbentuk dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari.

Mendengarkan dengan sungguh-sungguh, tidak mudah menghakimi, tersenyum dengan tulus, mengingat hal-hal kecil tentang orang lain, memperlakukan semua orang dengan setara, menjaga konsistensi antara ucapan dan tindakan, serta menunjukkan apresiasi adalah perilaku sederhana yang memiliki dampak besar.

Pada akhirnya, orang yang paling dikenang bukan selalu mereka yang paling banyak berbicara atau paling menonjol. Justru mereka yang mampu membuat orang lain merasa diterima, dihargai, dan aman untuk menjadi diri sendiri adalah orang-orang yang meninggalkan kesan paling mendalam.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore