
Ilustrasi seseorang yang menetapkan batasan (Magnific/User15694850)
JawaPos.com - Menetapkan batasan sering kali dianggap sebagai tindakan yang tidak menyenangkan. Banyak orang takut dianggap egois, tidak ramah, atau bahkan sombong ketika mengatakan "tidak" kepada orang lain. Padahal, menurut psikologi, kemampuan menetapkan batasan yang sehat merupakan salah satu tanda kecerdasan emosional dan penghargaan terhadap diri sendiri. Orang yang mampu menjaga batasan dengan cara yang tepat cenderung memiliki hubungan yang lebih sehat, tingkat stres yang lebih rendah, dan komunikasi yang lebih efektif.
Menariknya, orang-orang yang dikenal berkelas dan memiliki kepribadian matang tidak selalu menggunakan kata-kata yang keras untuk menolak sesuatu. Mereka justru memilih kalimat yang sopan, tenang, dan penuh rasa hormat sehingga pesan yang disampaikan tetap jelas tanpa menimbulkan konflik.
Dilansir dari Expert Editor pada Kamis (18/6), terdapat delapan frasa yang sering digunakan untuk menetapkan batasan secara elegan menurut perspektif psikologi.
1. "Terima kasih sudah memikirkan saya, tetapi saya tidak bisa melakukannya saat ini."
Frasa ini menunjukkan penghargaan kepada orang lain sebelum menyampaikan penolakan. Dalam psikologi komunikasi, mengawali dengan apresiasi dapat membantu lawan bicara merasa dihargai sehingga kemungkinan munculnya perasaan tersinggung menjadi lebih kecil.
Kalimat ini juga menegaskan bahwa Anda memiliki keterbatasan waktu dan energi. Orang berkelas tidak merasa harus selalu menyenangkan semua orang. Mereka memahami bahwa mengatakan "tidak" pada sesuatu terkadang berarti mengatakan "ya" pada prioritas yang lebih penting.
2. "Saya perlu mempertimbangkannya terlebih dahulu."
Banyak orang merasa tertekan untuk memberikan jawaban secara instan. Padahal, psikolog menekankan pentingnya memberi ruang bagi diri sendiri sebelum mengambil keputusan. Dengan menggunakan frasa ini, Anda menghindari keputusan impulsif sekaligus menunjukkan bahwa waktu dan komitmen Anda memiliki nilai.
Orang yang matang secara emosional tidak takut meminta waktu untuk berpikir. Mereka sadar bahwa keputusan yang terburu-buru sering kali berujung pada penyesalan.
3. "Saya memahami sudut pandang Anda, tetapi saya memiliki pandangan yang berbeda."
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022