Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 7 Juni 2026 | 04.07 WIB

Jika Anda Lelah Mengejar Tujuan Tanpa Rasa Gembira, Cobalah 8 Perubahan Gaya Hidup Ini Menurut Psikologi

seseorang yang lebih mengejar tujuan tanpa rasa gembira / foto: Magnific/reewungjunerr - Image

seseorang yang lebih mengejar tujuan tanpa rasa gembira / foto: Magnific/reewungjunerr

JawaPos.com - Di era yang serba cepat seperti sekarang, banyak orang menghabiskan sebagian besar hidup mereka untuk mengejar tujuan. Entah itu promosi jabatan, penghasilan yang lebih tinggi, tubuh yang lebih ideal, atau pencapaian pribadi lainnya. Namun ada satu masalah yang sering muncul: semakin dekat dengan tujuan, semakin sedikit rasa gembira yang dirasakan.

Banyak orang mengira bahwa kebahagiaan akan datang setelah mencapai garis akhir. Mereka berkata pada diri sendiri, “Aku akan bahagia ketika berhasil mendapatkan pekerjaan itu,” atau “Aku akan merasa puas setelah mencapai target ini.” Namun kenyataannya, saat tujuan tercapai, rasa puas sering kali hanya bertahan sebentar sebelum muncul target baru yang harus dikejar.

Psikologi modern menunjukkan bahwa kebahagiaan yang berkelanjutan tidak hanya berasal dari pencapaian, tetapi juga dari cara kita menjalani prosesnya. Jika Anda merasa lelah mengejar tujuan tanpa benar-benar menikmati perjalanan, mungkin saatnya melakukan beberapa perubahan dalam gaya hidup.

Dilansir dari Expert Editor pada Sabtu (6/6), terdapat delapan perubahan yang dapat membantu Anda menemukan kembali rasa gembira sambil tetap berkembang dan meraih tujuan hidup.

1. Berhenti Menunda Kebahagiaan Sampai Tujuan Tercapai

Salah satu jebakan mental yang paling umum adalah "syarat kebahagiaan". Kita menciptakan daftar kondisi yang harus dipenuhi sebelum mengizinkan diri sendiri merasa bahagia.

Misalnya:

Saya akan bahagia jika sudah punya rumah.
Saya akan bahagia jika gaji saya naik.
Saya akan bahagia jika berat badan saya ideal.

Psikologi menyebut fenomena ini sebagai arrival fallacy, yaitu keyakinan bahwa pencapaian tertentu akan membawa kebahagiaan permanen.

Kenyataannya, manusia memiliki kemampuan beradaptasi yang sangat tinggi. Setelah mencapai sesuatu, standar baru muncul dan kita kembali merasa kurang.

Cobalah mengubah pola pikir dari:

"Saya akan bahagia ketika mencapai tujuan."

Menjadi:

"Saya ingin menikmati proses menuju tujuan."

Perubahan sederhana ini dapat mengurangi tekanan sekaligus meningkatkan kepuasan hidup sehari-hari.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore