Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 28 April 2026 | 21.02 WIB

Jika Anda Mendapati Diri Anda Melakukan 10 Hal Ini di Tempat Kerja, Anda Sedang Menyabotase Kesuksesan Anda Sendiri Menurut Psikologi

Seseorang yang menyabotase kesuksesannya sendiri / freepik - Image

Seseorang yang menyabotase kesuksesannya sendiri / freepik

JawaPos.com - Banyak orang mengira bahwa kegagalan karier disebabkan oleh faktor eksternal—atasan yang tidak adil, rekan kerja yang sulit, atau kurangnya peluang.

Namun, psikologi menunjukkan bahwa sering kali hambatan terbesar justru berasal dari dalam diri sendiri. Tanpa disadari, kebiasaan kecil yang kita lakukan setiap hari di tempat kerja dapat menjadi bentuk sabotase diri yang perlahan menghambat kesuksesan.

Dilansir dari Expert Editor pada Minggu (26/4), terdapat 10 perilaku yang menurut psikologi dapat merusak perkembangan karier Anda—dan mungkin tanpa sadar sedang Anda lakukan.

1. Menunda Pekerjaan (Prokrastinasi)

Prokrastinasi bukan sekadar malas—ini sering berkaitan dengan kecemasan, perfeksionisme, atau ketakutan akan kegagalan. Saat Anda terus menunda tugas penting, Anda tidak hanya kehilangan waktu, tetapi juga menciptakan stres tambahan yang menurunkan kualitas kerja.

Dampak psikologis: otak Anda mengasosiasikan pekerjaan dengan tekanan, sehingga semakin sulit untuk memulai.

2. Takut Mengambil Risiko

Orang yang terlalu bermain aman cenderung stagnan. Psikologi menunjukkan bahwa pertumbuhan terjadi di luar zona nyaman. Jika Anda selalu menghindari tantangan baru karena takut gagal, Anda juga menghindari peluang berkembang.

Contoh: menolak proyek baru karena merasa “belum siap”.

3. Terlalu Perfeksionis

Perfeksionisme sering disalahartikan sebagai kualitas positif. Padahal, dalam banyak kasus, ini adalah bentuk sabotase diri. Anda menghabiskan terlalu banyak waktu untuk hal kecil dan sulit menyelesaikan pekerjaan.

Akibatnya: produktivitas menurun dan Anda terlihat tidak efisien.

4. Sulit Menerima Kritik

Menurut psikologi, orang yang defensif terhadap kritik cenderung memiliki “fixed mindset”. Mereka melihat kritik sebagai serangan, bukan kesempatan belajar.

Padahal: umpan balik adalah salah satu cara tercepat untuk berkembang di tempat kerja.

5. Membandingkan Diri dengan Orang Lain

Perbandingan sosial bisa menjadi racun mental. Alih-alih fokus pada kemajuan sendiri, Anda justru terjebak dalam rasa iri atau tidak cukup baik.

Dampak: menurunkan kepercayaan diri dan motivasi.

6. Kurang Komunikasi

Tidak menyampaikan ide, kebutuhan, atau masalah bisa merugikan Anda. Banyak orang gagal bukan karena tidak kompeten, tetapi karena tidak terlihat.

Psikologi organisasi menunjukkan: visibilitas sangat penting dalam perkembangan karier.

7. Menghindari Tanggung Jawab

Jika Anda sering menyalahkan orang lain atau keadaan, Anda kehilangan kendali atas pertumbuhan diri. Pola ini disebut sebagai external locus of control.

Sebaliknya: orang sukses cenderung memiliki internal locus of control—mereka fokus pada apa yang bisa mereka kendalikan.

8. Terjebak dalam Pola Pikir Negatif

Pikiran seperti “Saya tidak cukup pintar” atau “Saya pasti gagal” adalah bentuk self-limiting beliefs. Ini bisa menjadi ramalan yang terpenuhi dengan sendirinya (self-fulfilling prophecy).

Hasilnya: Anda benar-benar tampil di bawah potensi Anda.

9. Tidak Mengelola Energi dan Waktu

Bekerja keras saja tidak cukup—Anda juga harus bekerja cerdas. Kurang istirahat, multitasking berlebihan, dan tidak punya prioritas jelas bisa membuat Anda cepat burnout.

Psikologi kognitif menyarankan: fokus pada satu tugas penting dalam satu waktu lebih efektif.

10. Takut Terlihat “Tidak Tahu”

Banyak orang enggan bertanya karena takut dianggap bodoh. Padahal, ini justru menghambat pembelajaran.

Ironisnya: orang yang bertanya sering dianggap lebih proaktif dan ingin berkembang.

Kesimpulan

Kesuksesan di tempat kerja bukan hanya tentang kemampuan teknis, tetapi juga tentang kesadaran diri. Psikologi menunjukkan bahwa sabotase diri sering muncul dalam bentuk kebiasaan kecil yang berulang.

Kabar baiknya: semua perilaku ini bisa diubah.

Langkah pertama adalah mengenali pola tersebut dalam diri Anda. Setelah itu, Anda bisa mulai menggantinya dengan kebiasaan yang lebih sehat—seperti berani mencoba, terbuka terhadap kritik, dan mengelola waktu dengan lebih baik.

Pada akhirnya, musuh terbesar dalam karier Anda bukanlah orang lain—melainkan versi diri Anda yang belum berkembang.***
Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore