
Kebiasaan orang IQ rendah dan melemahkan kecerdasan kata Psikologi. / Freepik
JawaPos.com – Kebiasaan sehari-hari ternyata memiliki dampak besar terhadap tingkat kecerdasan seseorang.
Secara psikologi, pola perilaku yang diulang terus-menerus dapat membentuk atau justru menghambat kemampuan otak berkembang bahkan menjadikan IQ rendah.
Kecerdasan bukan semata bawaan lahir, melainkan sesuatu yang bisa dipengaruhi oleh pilihan-pilihan harian yang kita buat.
Ada sejumlah kebiasaan umum yang tanpa disadari justru membuat otak stagnan dan sulit maju.
Dilansir dari laman YourTango pada Rabu (22/4), berikut sepuluh pola perilaku yang perlu kamu waspadai agar tidak menghalangi potensimu sendiri.
1. Menghindari tantangan
Orang yang kurang mengembangkan dirinya cenderung memilih jalan termudah dalam setiap situasi.
Alih-alih mencoba hal sulit, mereka justru menjauh dari tugas-tugas yang membutuhkan usaha lebih.
Pola ini membuat mereka terjebak dalam keyakinan bahwa mereka tidak mampu berkembang, padahal sebenarnya bisa.
2. Buruk dalam mengatur waktu

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
