Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 31 Maret 2026 | 20.50 WIB

Wanita Tanpa Anak Paling Sulit Sukses di Kantor? Pakar Ungkap Fakta Pahit di Baliknya

Ilustrasi seorang pekerja kantoran. (Drobotdean/Freepik) - Image

Ilustrasi seorang pekerja kantoran. (Drobotdean/Freepik)

JawaPos.com - Pandangan umum sering kali menganggap wanita tanpa anak memiliki jalan yang lebih mulus dalam karir. Tanpa beban mengurus buah hati, mereka dinilai punya waktu tak terbatas untuk mengejar keinginan mereka. Namun, realitas di lapangan justru menunjukkan hal yang sebaliknya.

Seorang pelatih karier terkemuka mengungkapkan fenomena pahit di balik "fleksibilitas" tersebut. Alih-alih melesat, wanita tanpa anak sering kali terjebak dalam beban kerja tambahan yang seharusnya tidak mereka tanggung sendirian. Mereka seolah menjadi "penyelamat" tetap bagi rekan kerja yang memiliki tanggung jawab keluarga.

Ketidakadilan ini muncul dari asumsi bahwa mereka yang tidak memiliki anak memiliki waktu luang yang melimpah. Padahal, waktu pribadi untuk merawat diri sendiri sama berharganya dengan waktu untuk mengurus anak. Ekspektasi berlebih ini justru menjadi penghambat nyata bagi kesuksesan jangka panjang mereka.

Dilansir dari YourTango, fenomena ini menciptakan pertempuran yang sulit dimenangi. Berikut adalah ulasan mendalam mengapa wanita tanpa anak justru paling sulit sukses di tempat kerja akibat beban kerja yang tidak proporsional.

1. Fleksibilitas yang Berujung Kerugian Profesional

Pelatih karier Brooke Taylor menjelaskan bahwa wanita yang memilih untuk tidak memiliki anak sebenarnya menghadapi tantangan besar. Alasan utama mereka kesulitan meraih kesuksesan adalah karena lingkungan kerja merasa mereka memiliki "waktu luang" lebih banyak karena tidak ada anak yang menunggu di rumah.

"Wanita tanpa anak adalah orang-orang yang paling kesulitan di tempat kerja," kata Taylor. Kondisi ini diperparah dengan budaya kantor yang sering kali mengandalkan mereka untuk mengisi celah-celah kosong saat rekan kerja lainnya harus menjalankan peran sebagai orang tua.

Beban ini biasanya memuncak pada momen-momen krusial dalam kehidupan sehari-hari maupun hari besar. "Siapa yang harus mengambil alih tugas saat waktu tidur atau mandi? Siapa yang harus membantu, misalnya, saat Paskah atau Natal atau hal semacam itu?," tambah Taylor.

Taylor menunjukkan bahwa biasanya orang yang memiliki fleksibilitas paling besar cenderung adalah wanita yang tidak memiliki anak. Ironisnya, kesediaan mereka untuk membantu justru membuat mereka paling dirugikan dibandingkan rekan kerja wanita yang sudah memiliki anak.

2. Fakta Survei: Ketidakadilan yang Diakui Rekan Kerja

Bukan sekadar perasaan subjektif, perlakuan tidak adil terhadap pekerja tanpa anak ternyata diakui secara luas. Survei tahun 2022 oleh ResumeLab mengungkap data mengejutkan meski mayoritas respondennya adalah orang tua. Sebanyak 72% responden mengakui bahwa pekerja tanpa anak memang diperlakukan tidak adil.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore