
Ilustrasi seorang pekerja kantoran. (Drobotdean/Freepik)
JawaPos.com - Pandangan umum sering kali menganggap wanita tanpa anak memiliki jalan yang lebih mulus dalam karir. Tanpa beban mengurus buah hati, mereka dinilai punya waktu tak terbatas untuk mengejar keinginan mereka. Namun, realitas di lapangan justru menunjukkan hal yang sebaliknya.
Seorang pelatih karier terkemuka mengungkapkan fenomena pahit di balik "fleksibilitas" tersebut. Alih-alih melesat, wanita tanpa anak sering kali terjebak dalam beban kerja tambahan yang seharusnya tidak mereka tanggung sendirian. Mereka seolah menjadi "penyelamat" tetap bagi rekan kerja yang memiliki tanggung jawab keluarga.
Ketidakadilan ini muncul dari asumsi bahwa mereka yang tidak memiliki anak memiliki waktu luang yang melimpah. Padahal, waktu pribadi untuk merawat diri sendiri sama berharganya dengan waktu untuk mengurus anak. Ekspektasi berlebih ini justru menjadi penghambat nyata bagi kesuksesan jangka panjang mereka.
Dilansir dari YourTango, fenomena ini menciptakan pertempuran yang sulit dimenangi. Berikut adalah ulasan mendalam mengapa wanita tanpa anak justru paling sulit sukses di tempat kerja akibat beban kerja yang tidak proporsional.
Pelatih karier Brooke Taylor menjelaskan bahwa wanita yang memilih untuk tidak memiliki anak sebenarnya menghadapi tantangan besar. Alasan utama mereka kesulitan meraih kesuksesan adalah karena lingkungan kerja merasa mereka memiliki "waktu luang" lebih banyak karena tidak ada anak yang menunggu di rumah.
Baca Juga:Comeback! Arya Saloka Bakal Aduk Emosi Penonton Lewat Sinetron Terikat Janji, Begini Sinopsisnya
"Wanita tanpa anak adalah orang-orang yang paling kesulitan di tempat kerja," kata Taylor. Kondisi ini diperparah dengan budaya kantor yang sering kali mengandalkan mereka untuk mengisi celah-celah kosong saat rekan kerja lainnya harus menjalankan peran sebagai orang tua.
Beban ini biasanya memuncak pada momen-momen krusial dalam kehidupan sehari-hari maupun hari besar. "Siapa yang harus mengambil alih tugas saat waktu tidur atau mandi? Siapa yang harus membantu, misalnya, saat Paskah atau Natal atau hal semacam itu?," tambah Taylor.
Taylor menunjukkan bahwa biasanya orang yang memiliki fleksibilitas paling besar cenderung adalah wanita yang tidak memiliki anak. Ironisnya, kesediaan mereka untuk membantu justru membuat mereka paling dirugikan dibandingkan rekan kerja wanita yang sudah memiliki anak.
Bukan sekadar perasaan subjektif, perlakuan tidak adil terhadap pekerja tanpa anak ternyata diakui secara luas. Survei tahun 2022 oleh ResumeLab mengungkap data mengejutkan meski mayoritas respondennya adalah orang tua. Sebanyak 72% responden mengakui bahwa pekerja tanpa anak memang diperlakukan tidak adil.

Peringkat 12 Klub Terbesar yang Belum Pernah Memenangkan Liga Champions
Asisten YouTuber RA Diperiksa Kasus Whip Pink, Netizen Ramaikan Unggahan Reza Arap
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
6 Weton Bumi Kapetak Titisan Gatotkaca yang Ditakdirkan Kaya dan Sukses, Menurut Primbon Jawa
