
seseorang yang menasehati anaknya berulang / freepik
JawaPos.com - Cara kita berbicara kepada diri sendiri saat dewasa sering kali bukan benar-benar “suara kita sendiri”. Tanpa disadari, itu adalah gema dari kalimat-kalimat yang dulu berulang kali kita dengar di rumah—terutama dari ibu.
Bagi banyak orang yang dibesarkan oleh generasi sebelumnya, ada pola frasa tertentu yang sering diucapkan, dengan niat mendidik, menjaga, atau mendisiplinkan. Namun, kalimat-kalimat ini bisa menetap lama dan membentuk inner voice hingga dewasa.
Dilansir dari Expert Editor pada Sabtu (28/3), terdapat 9 frasa yang paling umum, serta bagaimana dampaknya pada cara seseorang memandang diri sendiri:
1. “Kamu tuh kenapa sih, nggak bisa kayak orang lain?”
Kalimat ini sering dimaksudkan untuk memotivasi, tapi justru menanamkan perasaan tidak cukup baik. Anak belajar membandingkan diri terus-menerus. Saat dewasa, ini berubah menjadi suara batin seperti:
“Aku selalu kurang dibanding orang lain.”
2. “Jangan bikin malu keluarga”
Frasa ini menekankan pentingnya citra sosial. Akibatnya, anak tumbuh dengan rasa takut berbuat salah di depan orang lain. Inner voice yang terbentuk:
“Aku harus selalu sempurna supaya diterima.”
3. “Udah dibilangin berkali-kali!”
Kalimat ini membuat anak merasa bodoh atau lambat belajar. Alih-alih memahami kesalahan, anak merasa dirinya bermasalah. Saat dewasa:
“Aku memang nggak bisa diandalkan.”
4. “Anak perempuan/ laki-laki itu harusnya begini…”
Norma yang kaku membuat anak menekan kepribadian aslinya. Mereka belajar bahwa menjadi diri sendiri bisa salah. Suara batinnya:
“Aku harus jadi versi yang orang lain mau, bukan diriku sendiri.”
5. “Nanti kalau Mama nggak ada, kamu gimana?”
Kalimat ini sering diucapkan dengan nada khawatir, tapi bisa menanamkan rasa cemas berlebihan dan ketergantungan. Dampaknya:
“Aku nggak akan mampu sendiri.”
6. “Makanya nurut sama orang tua”
Kepatuhan dijadikan nilai utama, kadang tanpa ruang untuk berpikir kritis. Anak tumbuh sulit mengambil keputusan sendiri. Saat dewasa:
“Aku takut salah kalau ambil keputusan sendiri.”
7. “Kamu tuh keras kepala banget”
Label yang diulang terus akan melekat sebagai identitas. Anak tidak melihat perilaku sebagai sesuatu yang bisa berubah, tapi sebagai “siapa dirinya”. Inner voice:
“Aku memang orang yang bermasalah.”
8. “Orang lain susah, kamu enak—masih ngeluh”
Kalimat ini membuat anak merasa emosinya tidak valid. Mereka belajar memendam perasaan. Saat dewasa:
“Perasaanku nggak penting.”
9. “Mama ngomong gini demi kebaikan kamu”
Niatnya baik, tapi sering digunakan untuk membenarkan kritik yang menyakitkan. Anak jadi sulit membedakan antara kasih sayang dan luka emosional. Suara batinnya:
“Kalau sakit, mungkin itu memang demi kebaikanku.”
Penutup: Menyadari dan Mengubah Suara Batin
Penting untuk dipahami bahwa sebagian besar ibu dari generasi sebelumnya tidak bermaksud menyakiti. Mereka mendidik dengan cara yang mereka tahu—sering kali dari pengalaman hidup yang keras.
Namun sebagai orang dewasa, kita punya kesempatan untuk:
Mengenali suara batin yang bukan milik kita
Memilah mana yang membantu, mana yang menyakiti
Membangun ulang cara berbicara kepada diri sendiri dengan lebih sehat
Mengubah inner voice bukan berarti melawan orang tua, tapi merawat diri sendiri.
Dan mungkin, kalimat baru yang bisa kita latih adalah:

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
